|
KRITIK TERHADAP OTENTISITAS KITAB SUCI |
|
|
|
|
Thursday, 26 January 2012 23:09 |
|

Pengaruh renaissance, rasionalisme, dan idealisme memunculkan pemahaman yang baru terhadap Kitab Suci TaNaKh dan Kitab Perjanjian Baru. Dipengaruhi suasana Renaissance dasar-dasar penelitian teks (Textual Criticism) mulai diletakkan. J.A. Bengel, J.J. Wettsteein, J.J. Griesbach pada abad ke-18. dan C. Tiscendorf, B.F. Wescott, J.A. Hort, dan Eberhard Nestle pada akhir abad ke-19. Kritik teks ini memperhatikan pada empat tugas pokok, yakni (a) mengelompokkan, (b) menilai, (c) memperbaiki serta, (d) menyusun kembali salinansalinan teks Alkitab, khususnya teks PB Yunani yang begitu banyak menjadi suatu edisis kritis (Critical Text)[1]. Di sisi lain juga muncul keinginan yang kuat dari para sarjana Kitab Suci untuk mempelajari Kitab Suci dari segi-segi bahasa, sejarah dan latar belakang Kitab Suci dan akhirnya disebut sebagai Kritik Tinggi (Higher Criticism). Kritik Tinggi sendiri merupakan studi dari yang terdiri dari penerapan pendapat yang berkaitan dengan teks atau naskah berdasarkan apa yang bisa dilihat dari sejarah, bentuk naskah, pokok bahasan dan argumen dari kitab-kitab lain; ciri dan kaitannya dengan teks,; hubungan antar perikop, situasi-situasi yang diketahui penulis dan hal-hal yang berkaitan dengan pribadi penulis yang ikut andil. Dan dalam sejarah perkembangannya kritik ini mengalami perkembangan yang cukup luas dan menghasilkan ragam metode kritik terhadap Kitab Suci.
|
|
Read more...
|
|
YAHSHUA (YESHUA) TERANG DUNIA |
|
|
|
|
Wednesday, 28 December 2011 15:59 |
|

Yohanes 10:22-42
Nats: Yohanes 8:12 Yesus Merayakan Khanukah
Yohanes 10:22-23 menuliskan, “Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Tuhan di Yerusalem; ketika itu musim dingin. Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Tuhan, di serambi Salomo”. Apakah yang dimaksudkan dengan Hari Raya Pentahbisan Bait Tuhan? Bukankah itu tidak termasuk dalam Sheva Moedim (Tujuh Hari Raya) yang ditetapkan YHWH di Sinai? Dan mengapa Yesus merayakannya pula?
|
|
Read more...
|
|
|
SHOLAT DALAM ISLAM: JEJAK IBADAH HARIAN YUDAISME & KEKRISTENAN AWAL |
|
|
|
|
Tuesday, 13 December 2011 06:05 |
|

Islam mengenal Rukun Iman yang terdiri dari Sahadat, Sholat, Shaum, Zakat, Jihad sebagaimana dikatakan, “Islam dibangun di atas lima: Kesaksian bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhamad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, haji ke Baitullah dan puasa di bulan Ramadhan “(Diriwayatkan Al Bukhari)[1].
Sholat, dalam Islam menempati kedudukan yang sangat penting yaitu sebagai tiangnya agama sebagaimana dikatakan dalam sebuah Hadits, “Pokok segala sesuatu ialah Islam, tiangnya ialah shalat dan puncaknya ialah jihad di jalan Allah” (Diriwayatkan Muslim)[2]. Hadits yang lain mengatakan, “Bahkan pembeda antara orang kafir dan Muslim adalah sholat sebagaimana dikatakan, “Jarak antara seseorang dengan kekafiran ialah meninggalkan shalat” (Diriwayatkan Muslim)[3].
|
|
Read more...
|
|
Saturday, 21 May 2011 00:00 |
|
Midrash Matius 6: 1-15
Oleh: Pdt. Teguh Hindarto, MTh
PEMAHAMAN TENTANG DOA DALAM YUDAISME
Mengapa pemahaman kita merujuk pada Yudaisme? Mengapa bukan Kristen? Karena Kekristenan pada awalnya adalah anak kandung yang dilahirkan dan disusui dari rahim Yudaisme. Yahshua dan rasul-rasul-Nya adalah orang-orang Yahudi penganut Yudaisme. Yahshua lahir dan dibesarkan dalam konteks Yudaisme. Yahshua mengajar dalam bingkai Yudaisme. Ekspresi Kekristenan awal tidak terlepas dari Yudaisme. Oleh karenanya baik pemahaman tentang Emunah (pokok kepercayaan) maupun Avodah tentunya tidak terlepas dari Yudaisme.
Dalam Yudaisme, dikenal istilah Tefilah. Tefilah bermakna berdoa. Namun pengertian tefilah dalam Yudaisme bukan hanya sekedar ucapan spontan kepada Elohim yang berisikan permohonan. Tefilah meliputi waktu-waktu tertentu dalam menghadap Elohim dan dengan diiringi sikap tubuh yang tertentu. Kitab Suci memberi petunjuk mengenai tefilah yang meliputi :
|
|
Read more...
|
|
|
ROH KUDUS MEMBERDAYAKAN KITA MENJADI SAKSI-NYA |
|
|
|
|
Tuesday, 14 June 2011 03:43 |
|

Midrash Shavuot Kisah Rasul 1:1-26
Nats: Kisah Rasul 1:8
Hari Raya Pentakosta atau Yom Shavuot yaitu hari raya kelimapuluh pengumpulan omer. Sebagaimana kita ketahui bahwa setelah Pesakh maka pada hari pertama sesudah Sabat, berkas gandung (omer) harus dipersembahkan pada YHWH melalui imam sebagaimana dikatakan dalam Imamat 23:10-11 sbb:
|
|
Read more...
|
|
KEMATIAN & PERLAKUAN YANG BENAR TERHADAP ORANG MATI |
|
|
|
|
Wednesday, 18 May 2011 00:00 |
|
Membicarakan kematian tidak dapat dilepaskan dengan pemahaman terhadap adanya manusia dan kehidupan. Kematian adalah kelanjutan dari sebuah kehidupan. Namun kematian muncul karena suatu sebab.
HAKIKAT MANUSIA
Pertama, ciptaan YHWH yang memiliki status “Gambar” (Ibr: Demut) dan “Keserupaan” (Ibr: Tselem) dengan YHWH (Kej 1:26-27). Kedua, ciptaan yang diambil dari bahan “debu tanah” (Ibr: Afar) yang dibentuk dan mendapatkan “nafas Tuhan” (Ibr: Nishmat) (Kej 2:7). Manusia adalah mahluk yang memiliki kesadaran baik intelektual maupun spiritual dalam tubuhnya dikarenakan ada “nafas Tuhan” dalam dirinya (Ayb 32:8 ; 33:3)
HAKIKAT KEMATIAN
Kitab Suci mengatakan, buah dosa adalah maut (Rm 6:3). Manusia pertama melanggar perintah YHWH untuk tidak memakan Buah Pengetahuan Baik dan Buruk (Kej 3), sehingga menyebabkan mereka terkutuk dan berujung pada kefanaan. Kefanaan, kematian secara teologis adalah buah dosa. Manusia yang berdosa berpotensi dan mewarisi maut dalam dirinya. Secara lahiriah, kematian adalah terpisahnya roh atau nafas Tuhan dalam tubuh manusia. Penyebabnya bisa dikarenakan sakit, usia tua, kecelakaan, pembunuhan, dll. Secara spiritual, kematian adalah kembalinya manusia ke hadirat Tuhan yang telah menciptakannya.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 23 |