Jumat, 10 September 2010  |  
Bersorak-sorailah bagi Elohim, hai seluruh bumi, mazmurkanlah kemulian nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian! Katakanlah kepada Elohim: 'Betapa dahsyatnya segala pekerjaan-Mu; oleh sebab kekuatan-Mu yang besar musuh-Mu tunduk dengan patuh kepada-Mu, dan bermazmur bagi-Mu, memazmurkan nama-Mu' (Maz 66:1-4)
   APOLOGETIK DETIL
13-07-2007
Waspadai Neo Arianisme 1: PPRAKATA
 
 
SERI MEWASPADAI NEO ARIANISME
TANGGAPAN ATAS BUKU KARYA FRANS DONALD,
"ALLAH: DALAM ALKITAB & AL QUR’AN, SESEMBAHAN YANG SAMA ATAU BERBEDA?"


Beberapa tahun lalu, saya menulis sebuah sanggahan terhadap fenomena “Jesus Only” yang menggemakan kembali paham Marcionisme Abad I Ms., yang menentang Ket[h]anan Yahshua dan menolak eksistensi kitab-kitab Injil yang melaporkan sifat semitik Yahshua dan para rasul, seperti kitab MatitYah, Markus, Yohanes. Marcion lebih menyukai surat-surat rasul Paul, yang dianggapnya tidak bersifat Yahudi. Paham Marcion ini mulai menggejala akhir-akhir ini, dengan gejala menolak eksistensi TaNaKh yang lebih familiar disebut dengan Kitab Perjanjian Lama dan menolak Tuhan yang mewahyukan diri-Nya pada Bangsa Yishrael. Kelompok Marcion mendukung pandangan bahwa “Yesus” datang dari “Bapa Yang Tidak Dikenal” dan yang berbeda dengan “Tuhan dalam Perjanjian Lama”.

Akhir-akhir ini, beredar tulisan berjudul, “ALLAH DALAM ALKITAB DAN AL QUR’AN, SESEMBAHAN YANG SAMA ATAU BERBEDA? Karya Frans Donald. Dalam sampul depan buku edisi VI, tertulis iklan bombastis, “Buku TAJAM & BERANI”, yang pernah terbit!”. Sayang, setelah memperhatikan substansi argumentasi dalam buku tersebut, ternyata tidak cocok dengan ketebalan buku, rujukan literatur, kemampuan menganalisis yang memadai, penguasaan bahasa Ibrani dan Yunani yang minim, serta kemampuan tafsir yang minim. Untuk sebuah judul dan iklan bombastis seperti di atas, hanya berisikan ulasan setebal 98 halaman, mengingat topik yang diusung, berkaitan dengan dotrin utama dalam Kekristenan/Kemesianikan. Hampir keseluruhan gagasan yang diusung dalam buku ini, khususnya ketika mengulas hakikat Yahshua, lebih cenderung MENGULANG DAN MENGGEMAKAN AJARAN ARIANISME yang unitarianistik yang juga bergema dalam berbagai ajaran komunitas Jehovah Witness [saksi Yehuwa], yang mana Sdr. Frans Donald banyak mengutip pendapat komunitas tersebut. Kesan “Arianistik” itu terekam pada halaman 85 dan halaman 87 sbb:
Mungkin ada diantara pembaca dan sahabat-sahabat penuli yang bertanya-tanya, apa sih agama si penulis buku ini, Islam atau Kristen? Bagi penulis, kata ‘agama’ seringkali terlalu banyak dimuati aspek-aspek buatan manusia. Jadi, jika ditanya: Apa agama anda? Maka sesuai arti dari kata agama yang berarti ‘tidak kacau’, penulis selalu menjawab demikian: “Terserah orang mau sebut agama saya apa, yang jelas Saya percaya kebenaran Taurat, Injil dan Al Qur’an. Saya suka menyebutnya sebagai iman [agama] Ibrahimik”. Secara singkat penulis meyakini suatu kepercayaan yang olehnya disebut ‘iman [agama] Ibrahimik’.

…Namun, perlu saya jelaskan bahwa walaupun saya disebut Kristen, Kristen saya adalah ‘Kristen Tauhid’. Apa itu ‘Kristen Tauhid’? Pada intinya, sebagai Kristen Tauhid, Allah saya esa, bukan tiga atau Trinitas. Saya tidak percaya Allah itu satu dalam tiga pribadi [Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus]. Allah yang saya sembah adalah Allah dari Yesus kristus yang juga Allah Muhammad s.a.w, Ibrahim, Ismail, Ishak dan yakub, serta para nabi lainnya. Namun lebih dari itu, sebagai Kristen Tauhid, saya meyakini bahwa apapun sebutannya, kita semua sebenarnya adalah anggota keluarga besar umat Allah, dan kita bersaudara. Peace…!
Istilah Arianistik merujuk pada nama tokoh sebelum konsili konsili gereja, bernama Arianus yang pada Abad IV mengajarkan bahwa Yahshua adalah pribadi ilahi ciptaan Elohim. Harry R. Boer meringkaskan mengenai Arius sbb:
Like the western Adoptionist, he was concerned about the unity of God. Therefore, he taught that the Father alone is without a beginning. The Son [or Logos] had a beginning; God created the Logos in order that he might create the world. Since the Logos was the first and highest of all created beings, Arius was willing to call the Logos God. But this was only a manner of speaking. The Logos was creature”[f1]

[Seperti golongan Adopsi bagian Barat, dia cenderung pada kesatuan Elohim {Tuhan}. Dia mengajarkan bahwa Sang Bapa, tanpa permulaan. Sang Putra [Logos] memiliki permulaan; Elohim {Tuhan} menciptakan Logos agar melaluinya Dia menciptakan dunia. Dikarenakan Logos adalah yang terutama dan tertinggi dari semua mahluk ciptaan, maka Arius menyebut Logos itu Elohim {Tuhan}. Namun ini hanya soal istilah atau cara penyebutan. Logos itu sendiri adalah ciptaan]
Sementara istilah Unitarianistik, menunjuk pada nama organisasi Gereja Unitarian yang memiliki karakteristik sbb:
“…a member church dating from the eighteenth century and associated with Christianity. It is wide-spread in England and North America. Unitarians believe in one God, but deny the doctrine of the Trinity. They believe that all religions are different paths to the same truth, and so will sometimes read from the sacred books of religions other than Christianity as well as from the Bible in their services…[f2]

[…anggota gereja yang berasal dari Abad XVIII dan menghubungkan diri dengan Kekristenan. Gereja ini meluas ke Inggris dan Amerika Utara. Kaum Unitarian percaya hanya pada satu Elohim {Tuhan} namun menolak doktrin mengenai Trinitas. Mereka percaya bahwa semua agama-agama adalah jalan yang berbeda untuk satu tujuan kebenaran yang sama dan terkadang mereka membaca dari kitab-kitab suci agama-agama selain Kristen, dalam pelayanan mereka, sebaik mereka membaca Bible…]
Sifat universalisme ini terekam dalam pernyataan Sdr. Frans Donald dalam halaman 87 sbb:
…Namun, perlu saya jelaskan bahwa walaupun saya disebut Kristen, Kristen saya adalah ‘Kristen Tauhid’. Apa itu ‘Kristen Tauhid’? Pada intinya, sebagai Kristen Tauhid, Allah saya esa, bukan tiga atau Trinitas. Saya tidak percaya Allah itu satu dalam tiga pribadi [Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus]. Allah yang saya sembah adalah Allah dari Yesus kristus yang juga Allah Muhammad s.a.w, Ibrahim, Ismail, Ishak dan yakub, serta para nabi lainnya. Namun lebih dari itu, sebagai Kristen Tauhid, saya meyakini bahwa apapun sebutannya, kita semua sebenarnya adalah anggota keluarga besar umat Allah, dan kita bersaudara. Peace…!


Footnote:
  • [f1] : A Short History of The early Church, Grand Rapids Michigan: William B. Eerdmans Publishing Company, 1986, p. 114
  • [f2] : Richard Kennedy, The Dictionary of Beliefs, London: Ward Lock Educational/BLA Publishing Limited, 1984p.193




PDT. TEGUH HINDARTO, MTH.
NAFIRI YAHSHUA MINISTRY
PO. BOX 122
KEBUMEN 54300
JAWA TENGAH – INDONESIA
 

Komentar terhadap Artikel ini dapat Anda kirim ke komentar@messianic-indonesia.com
Jangan lupa untuk mencantumkan Judul Artikel ini dalam komentar Anda

Anda juga dapat berpartisipasi dalam situs ini
dengan mengirimkan Artikel anda ke redaksi@messianic-indonesia.com

--- EDEW ---
Shalom Alaika !!!
Selamat datang,

selamat bergabung di komunitas Messianic Indonesia.
Semoga website ini dapat menjadi berkat bagi saudara.
©2007 Messianic-Indonesia Media Team - All Rights Reserved  
Terimakasih Bapa atas kesempatan yang telah Engkau berikan untuk membangun Situs ini.
Pakailah Situs ini untuk memasyurkan dan memuliakan nama-Mu. Amin

Saran dan Kritik:
redaksi@messianic-indonesia.com