Jumat, 10 September 2010  |  
Aku akan memahsyurkan nama-Mu kepada saudara-saudaraku dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaah (Maz 22:23)
   APOLOGETIK DETIL
13-07-2007
Waspadai Neo Arianisme 2: PERTENTANGAN PAHAM TENTANG ALLAH
 
 
SERI MEWASPADAI NEO ARIANISME
TANGGAPAN ATAS BUKU KARYA FRANS DONALD,
"ALLAH: DALAM ALKITAB & AL QUR’AN, SESEMBAHAN YANG SAMA ATAU BERBEDA?"


TANGGAPAN TERHADAP BAB I

Berikut saya susun evaluasi teologis dalam urutan yang sistematis, agar memudahkan para pembaca untuk menangkap alur berfikir Frans Donald dan alur berfikir saya, yang dituangkan dalam evaluasi teologis ini.

Pada halaman 23 dikatakan:
“Sebenarnya, kata Allah jika dipahami dengan benar dan hati yang tulus sama sekali tidak perlu diperdebatkan karena itu hanya soal bahasa saja. Dalam bukunya Keluarga Besar Umat Allah, D.T. Nugroho, seorang rohaniawan dan sejarahwan berpemikiran luas, menerangkan cukup jelas bahwa kata Allah adalah asli Bahasa Arab, terbentuk dari kata: al- [kata sandang, setaraf dengan the dalam bahasa Inggris] dan illah [sesembahan, setaraf dengan god dalam Bahasa Inggris]. Kata Allah ini sudah dikenal sebelum masa Nabi Muhammad s.a.w. [Nugroho, 1999:15]. Penulis di halaman buku ini ingin juga melengkapi uraian bahwa makna etimologis Allah dalam bahasa Arab dengan demikian dalam Bahasa Indonesia dapat diterjemahkan sebagai ‘sesembahan’ atau ‘yang patut disembah’. Dengan demikian Allah memiliki padanan makna di dalam:

Bahasa Indonesia : Dewa [dari istilah Sansekerta dev]
Bahasa Inggris : God
Bahasa Ibrani : Elohim
Bahasa Yunani : Theos

EVALUASI TEOLOGIS:

Kajian Frans Donald mengenai asal-usul dan filologi nama Allah sangat minim literatur. Penggunaan nama Allah dalam Kitab Suci terbitan Lembaga Alkitab Indonesia, bukan semata-mata masalah bahasa. Allah bukan bahasa tapi nama. Nama siapa? Nama sesembahan [ilah, Arb/eloah,Ibr] bangsa Arab pra Islam dan saat Islam disiarkan oleh Muhamad. Tidak ada informasi dalam TaNaKh [Torah, Neviim, Kethuvim] dan Brit Khadasha [Perjanjian Baru] yang menginformasikan bahwa Allah, adalah sesembahan Yudaisme maupun Kekristenan.

Berbicara mengenai asal-usul dan filologi nama Allah, memang masih banyak kontroversi. Pendapat Anda yang mengatakan bahwa nama Allah adalah bentukan dari Al dan Ilah, hanyalah salah satu dari sekian banyak pendapat. Dalam makalah yang saya presentasikan di Auditorium Duta Wacana, Yogyakarta, saya mengulas mengenai dua kelompok teori asal-usul nama Allahm sbb:

Pandangan Islam: Allah, berasal dari kata Al [definite article, The] dan Ilah [generic name, God]. Penyingkatan dari kata Al dan Ilah menjadi Allah, untuk menandai sesuatu yang telah dikenal. Dalam perkembangannya, untuk mempermudah hamzat yang berada diantara dua lam [huruf ‘LL’], huruf ‘I’ tidak diucapkan sehingga berbunyi Allah dan menjadi suatu nama yang khusus dan tidak berakar[f1]. Ada pula yang berpendapat bahwa Allah berasal dari Al Ilahah, Al Uluhah dan Al Uluhiyah yang bermakna ibadah atau penyembahan[f2]. Yang lain mengajukan bahwa Allah berasal dari kata Alaha yang berarti menakjubkan atau mengherankan karena segala perbuatannya[f3]. Sementara ada yang berargumentasi bahwa Allah berasal dari kata, Aliha ya’lahu yang bermakna tenang[f4]. Kelompok pemikir dari Kufah mengatakan bahwa Allah, berasal dari Al-Lah, yang diambil dari verba noun lah yang berasal dari kata lahaya yang bermakna menjadi tinggi[f5]. Sedangkan Ibn Al Arabi menyatakan bahwa Tuhan itu tidak bernama, tetapi Dzat yang dinamakan oleh umatNya. Penamaan terhadap Tuhan, berarti melimitasi eksistensi Tuhan[f6].

Pandangan Kristen : Ada yang beranggapan bahwa Allah adalah berasal dari sumber Syriac, Alaha [f7]. Sementara yang lain berpendapat bahwa Allah berasal dari akar kata rumpun semitis El, Eloah dan Elohim serta Alaha. Bentuk Arabnya Ilah, lalu mendapat imbuhan Al yang berfungsi sebagai definite article [The God- Al Ilah-Allah] [f8]. Kata Allah berasal dari Al dan Ilah. Akar kata ini terdapat dalam semua bahasa semitis, yaitu dua konsonan alif dan lam serta ucapan yang lengkap dengan huruf hidup adalah sesuai dengan phonetik masing-masing[f9]. George Fry dan James R. King menyampaikan, “the name by which God is known to muslim, Allah is generally thought to be the proper noun form of the Arabic word for God, Ilah. Al, meaning The ini Arabic word. This word is related to the Hebrew from El and Elohim [f10]. J. Blau menjelaskan bahwa kata Allah adalah murni dari konteks Arab dan bukan dari sumber Syriac[f11].

Saya keberatan jika nama Allah merupakan bentukan dari Al dan Ilah dikarenakan:

Allah, bukan bentukan atau kontraksi dari Al dan Ilah. Jika benar Allah adalah kontraksi dari Al dan Ilah, mengapa logika ini tidak berlaku untuk kata Arab lainnya seperti, Al dan Iman, mengapa tidak menjadi Alman? Al dan Ilmu mengapa tidak menjadi Almu? Bambang Noorsena pernah membantah dengan menyatakan bahwa kasus penyingkatan Al dan Ilah, hanya terjadi dalam bahasa Arab[f12]. Renungkan: mengapa penyingkatan ini menjadi sangat istimewa pada kata Al dan Ilah?

Allah, bukan berasal dari rumpun kata semitis El, Eloah dan Elohim. Jika Allah adalah rumpun semitis dengan istilah Ibrani, El, Eloah dan Elohim, maka bentuk gramatika jamak untuk Allah itu apa? Dalam terminologi Hebraik, penjamakan kata benda, selalu digunakan akhiran “im” [jika gendernya maskulin] atau “ot” dan “ah”, [jika gendernya feminin] [f13]. Kata “khay” [hidup] bentuk jamaknya adalah “khayim” [kehidupan]. Kata “Eloah”, bentuk jamaknya “Elohim”. Demikian pula dalam bahasa Arab, istilah Ilah [yang sepadan dengan Eloah], bentuk jamaknya adalah Alihah [Ilah-ilah]. Adakah bentuk jamak dari Allah? [f14] Renungkan: Adakah tata bahasa yang membenarkan bahwa nama diri ditulis dalam bentuk jamak?

Dalam Kitab Suci TaNaKh, tidak ada ditemui kata Allah dalam konotasi nama diri. Dalam naskah TaNaKh berbahasa Ibrani, ada sejumlah kata yang berkonotasi dengan Allah, namun sesungguhnya bukan. Contoh:

  • Alla [], huruf ‘h’ diakhir kata tidak diucapkan karena tidak ada titik pengeras atau dagesh forte. Artinya, “sumpah” [1 Raj 8:31]
  • Alla []01, huruf ‘h’ akhir tidak diucapkan. Artinya, “pohon besar” [Yos 24:26]
  • Ela [], huruf ‘h’ diakhir kalimat tidak diucapkan. Artinya, “nama suatu kaum” [Kej 34:41] dan “nama raja di Israel” [1 Raj 16:6-8]
  • Elaha [, Dan 5:21], Elah [, Dan 2;47a], Elahakhon [ Dan 2:47b], adalah varian bahasa Aram yang artinya sama dengan Eloah dalam bahasa Ibrani. Baik Elah, Elaha atau Elahakhon dapat menunjuk pada terminologi Sesembahan Israel Yang Sejati atau terminologi umum untuk sesembahan diluar Israel
  • Eloah [, Hab 3:3], Elohei [, 1 Taw 16:26], Elohim [, Kej 1:1], artinya Yang Maha Kuasa atau Sesembahan. Dalam bahasa Inggris diterjemahkan God dan dalam bahasa Yunani diterjemahkan Theos.
  • El [, Kej 33:20] artinya Yang Maha Kuat


Dalam Kitab Perjanjian Baru [Beshorah-Injil], tidak ditemui kata-kata yang menunjuk pada nama diri Allah. Ketika Yahshua [Yesus] berteriak di kayu salib saat kematianNya, Dia berseru: “Eli-Eli Lama Shabakhtani? ” [Mat 27:46]. Kata “Eli”, merupakan bentuk singkat dari “Elohim” dan “Anokhi” atau “Ani” [saya]. Kebiasaan menyingkat kalimat seperti ini biasa terjadi dalam tradisi Israel. Perhatikan dalam Keluaran 15:2 yang selengkapnya dalam naskah Hebraik: “ze Eli, weanwehu Elohei abi waaromenhu”. Kata “Eli” dalam ayat tersebut diartikan “Sesembahanku” atau “Tuhanku”. Seruan Eli-Eli lama sabakhtani dalam Matius 27:46 dalam Kitab Suci berbahasa Arab dituliskan, “Ilahi-Ilahi limadza taroktani? ” dan bukan “Allahi-Allahi limadza taroktani? ”.

Dengan demikian, padanan untuk istilah Arab Ilah adalah Eloah atau Elohim dalam bahasa Ibrani. Dan jika di Indonesiakan seharusnya diterjemahkan Tuhan atau sesembahan dan bukan Allah, karena Allah adalah nama Ilah atau nama Eloah atau nama Tuhan Bangsa Arab pra Islam dan yang dianut Bangsa Islam.


Footnote:
  • [f1] : DR. Quraish Shihab, Menyingkap Tabir Ilahi, Lentera Hati, 1998, hal 3-9
  • [f2] : Ibid
  • [f3] : Ibid
  • [f4] : Ibid
  • [f5] : DR. Djaka Soetapa, Penterjemahan Kata Yahweh dan Elohim menjadi TUHAN dan Allah dalam Perspektif Teologi Islam, hal 2 [Makalah disampaikan pada Sarasehan Terjemahan Alkitab Mengenai Kata TUHAN dan ALLAH, PGPK, Bandung, 5 Juni 2001]
  • [f6] : DR. Kautzar Azhari Noer, Tuhan Kepercayaan [Artikel Koran Jawa Pos, 23 September 2001
  • [f7] : Arthur Jefrey, The Foreign Vocabulary of the Qur’an, Baroda:Oriental Institute, 1938, p.66
  • [f8] : Bambang Noorsena, Mengenai Kata Allah, Institute for Syriac Christian Studies, Malang, 2001, hal 9
  • [f9] : Olaf Schumman, Keluar dari Benteng Pertahanan, Rasindo, hal 172-174
  • [f10] : George Fry and James R. King, Islam: A Survey of The Muslim Faith, Baker Book House, 1982, p.487
  • [f11] : Arabic Lexicographical, Miscelani, 1972, p. 173-190
  • [f12] : Op.Cit., Mengenai Kata Allah, hal 16-17
  • [f13] : DR. D.L. Baker, Pengantar Bahasa Ibrani, BPK 1992, hal 89
  • [f14] : Teguh Hindarto, STh., Kritik dan Jawab Terhadap Efraim Bambang Noorsena, SH. [Artikel di Majalah BAHANA No 09, 2001, hal 13]



PDT. TEGUH HINDARTO, MTH.
NAFIRI YAHSHUA MINISTRY
PO. BOX 122
KEBUMEN 54300
JAWA TENGAH – INDONESIA
 

Komentar terhadap Artikel ini dapat Anda kirim ke komentar@messianic-indonesia.com
Jangan lupa untuk mencantumkan Judul Artikel ini dalam komentar Anda

Anda juga dapat berpartisipasi dalam situs ini
dengan mengirimkan Artikel anda ke redaksi@messianic-indonesia.com

--- EDEW ---
Shalom Alaika !!!
Selamat datang,

selamat bergabung di komunitas Messianic Indonesia.
Semoga website ini dapat menjadi berkat bagi saudara.
©2007 Messianic-Indonesia Media Team - All Rights Reserved  
Terimakasih Bapa atas kesempatan yang telah Engkau berikan untuk membangun Situs ini.
Pakailah Situs ini untuk memasyurkan dan memuliakan nama-Mu. Amin

Saran dan Kritik:
redaksi@messianic-indonesia.com