Jumat, 10 September 2010  |  
Ya YAHWEH, kami menanti-nanti saatnya Engkau menjalankan penghakiman; kesukaan 'nephesh' (kehidupan) kami adalah menyebut nama-Mu dan mengingat ('zeker') Engkau (Yes 26:8)
   APOLOGETIK DETIL
18-07-2007
Waspadai Neo Arianisme 3: ALLAH ISLAM= ALLAH KRISTEN?
 
 
SERI MEWASPADAI NEO ARIANISME
TANGGAPAN ATAS BUKU KARYA FRANS DONALD,
"ALLAH: DALAM ALKITAB & AL QUR’AN, SESEMBAHAN YANG SAMA ATAU BERBEDA?"


TANGGAPAN TERHADAP BAB IV

Pada halaman 30-31 dikatakan:
Di dalam Al Qur’an juga dijelaskan bahwa Allah yang menurunkan Al Qur’an pada Muhamad s.a.w. tersebut adalah sesembahan Ibrahim [Abraham], Ismail, Ishak, Yakub [Israel], anak cucunya, Musa, Isa [Yesus] dan para nabi. Mari kita baca ayat tersebut:

Katakanlah [Muhamad] kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim [Abraham], Ismail, Ishak dan Yakub [Israel], dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa [Yesus] dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya kami berserah diri. [Al Imran QS 3:84]

Sementara itu, di dalam Alkitab, Allah yang telah menurunkan Kitab Injil-yang berasal dari kata Yunani euanggelion, artinya ‘kabar baik’ atau ‘kabar gembira’ – adalah Allah yang juga diberitakan oleh rasul-rasul Kristus, yaitu: “Allah Abraham [Ibrahim], Ishak, dan Yakub [Israel], Allah nenek moyang kita”. [Kisah Para Rasul 3:13].

Dari pemahamannya Al Qur’an dan Al Kitab di atas dapat kita pahami dengan jelas bahwa sebenarnya Allah umat Islam adalah sama dengan Allah umat Kristen, yaitu: Allah Ibrahim [Abraham], Ismail, Ishak dan Yakub[Israel].

EVALUASI TEOLOGIS:

Menarik kesimpulan bahwa Tuhan yang disembah Yudaisme dan Kristen dengan Islam adalah sama, dengan mendasarkan pada pernyataan Al Qur’an, merupakan tindakan gegabah dan tergesa-gesa. Seharusnya Sdr. Frans Donald meneliti lebih komprehensif studi teks antara Qur’an dan TaNaKh serta Brit Khadasha, sehingga kesimpulan mengenai kesamaan nama dan konsep Tuhan diantara ketiga agama tersebut dapat lebih dipertanggungjawabkan.

Menarik kesimpulan bahwa Tuhan yang disembah Yudaisme dan Kristen dengan Islam adalah sama, dengan mendasarkan pemakaian dan penggunaan nama Allah, tidak memiliki landasan teologis yang kokoh.

Jika benar bahwa Tuhan Islam dan Kristen sama, mengapa Qur’an menolak kematian dan penyaliban Isa dan mengatakan bahwa orang lain yang diserupakan [Qs 4:157-158]? Mengapa Qur’an menolak eksistensi Ketu[h]anan Isa [Qs 5:116]? Mengapa Qur’an menolak keesaan Bapa, Putra dan Roh Kudus sebagai hakikat Elohim Yang Esa [Qs 5:72]? Mengapa Qur’an mengklaim bahwa misal penciptaan Isa hanya seperti Adam [Qs 4:59]?

Kita tidak menolak bahwa ada banyak unsur kesamaan antara Qur’an dan TaNaKh dan Brit Khadasha. Namun juga ada banyak ketidaksamaan yang sangat prinsipil dan doktrinal antara Qur’an dan TaNaKh dan Brit Khadasha. Fakta-fakta ketidaksamaan secara prinsipil dan doktrinal inilah yang tidak tersentuh oleh Frans Donald.

Kekurang mengertian bahasa Ibrani dan Yunani, menambah kekeliruan penyimpulan Sdr. Frans Donald mengenai konsep Ketuhanan antara Islam dan Kristen. Jika kita telaah bunyi teks Ibrani Kitab Keluaran [Sefer Shemot] 3:1-22 dan Qur’an At Taha [Qs 20:9-98] akan SANGAT BERTOLAK BELAKANG, sekalipun mengisahkan oknum yang sama, yaitu pertemuan antara Moshe dengan Tuhan Semesta Alam dan penyingkapan tabir nama-Nya.

Yang menarik, jika pernyataan nama Tuhan Semesta Alam dalam Kitab Keluaran 3:15 dinyatakan sbb: “Anokhi Yahweh, Elohey avotekem, Elohey Avraham we Elohey Yitskhaq we Elohey Ya’aqov, shelakhmi aleikem. Ze shemi le olam we ze zikri le dor-dor” [Akulah Yahweh, Eloahnya nenek moyangmu, Eloahnya Avraham, Eloahnya Yitskhaq dan Eloahnya Ya’aqov, telah mengutus aku kepadamu. Inilah nama-Ku untuk selama-lamanya dan inilah pengingat-Ku turun temurun]. Maka Qur’an 20:14 justru mengatakan: “Innani anallahu la ilaha illa ana fa budni wa aqimis salata li zikri” [Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan {yang haq} selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”].

Bagaimana mungkin jika sumber pewahyuan TaNaKh dan Qur’an sama, yang satu memperkenalkan dirinya sebagai YAHWEH []sementara yang satu memperkenalkan dirinya dengan nama Allah?

PDT. TEGUH HINDARTO, MTH
NAFIRI YAHSHUA MINISTRY
PO. BOX 122
KEBUMEN 54300
JAWA TENGAH – INDONESIA
 

Komentar terhadap Artikel ini dapat Anda kirim ke komentar@messianic-indonesia.com
Jangan lupa untuk mencantumkan Judul Artikel ini dalam komentar Anda

Anda juga dapat berpartisipasi dalam situs ini
dengan mengirimkan Artikel anda ke redaksi@messianic-indonesia.com

--- EDEW ---
Shalom Alaika !!!
Selamat datang,

selamat bergabung di komunitas Messianic Indonesia.
Semoga website ini dapat menjadi berkat bagi saudara.
©2007 Messianic-Indonesia Media Team - All Rights Reserved  
Terimakasih Bapa atas kesempatan yang telah Engkau berikan untuk membangun Situs ini.
Pakailah Situs ini untuk memasyurkan dan memuliakan nama-Mu. Amin

Saran dan Kritik:
redaksi@messianic-indonesia.com