APOLOGETIK DETIL |
18-07-2007
|
| Waspadai Neo Arianisme 5: DOGMA TRINITAS DAN KEKELIRUANNYA |
| |
| |
SERI MEWASPADAI NEO ARIANISME
TANGGAPAN ATAS BUKU KARYA FRANS DONALD,
"ALLAH: DALAM ALKITAB & AL QUR’AN, SESEMBAHAN YANG SAMA ATAU BERBEDA?"
TANGGAPAN TERHADAP BAB VI
Pada halaman 45-49 dikatakan:
Ada beberapa ayat Alkitab yang dipakai oleh para pastur dan pendeta-pendeta untuk membenarkan dogma Trinitas, yakni untuk menyatakan bahwa Yesus adalah Allah yang menjelma sebagai manusia. Saya mendaftar sebagian-yang paling penting dan sering dipakai-diantaranya di bawah ini dan menanggapinya:
Yohanes 1:1
“Pada mulanya adalah Frman, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah”.
Mari kita pahami bahasa aslinya, yakni bahasa Gerika.
|
|
Pada mulanya adalah Firman
|
|
Firman itu bersama-sama dengan Allah
|
Kai ho logos en pros ton theos
|
Dan Firman itu adalah Allah
|
|
Ada perbedaan makna yang sangat fatal jika kita telah meneliti makna yang sebenarnya dari aspek tata bahasa. Perhatikan bahwa dalam ayat tersebut di atas kata theos ada yang dilekati kata sandang ton, sementara ada yang berdiri sendiri. Secara tata bahasa, dilekati kata sandang, berarti kata theos mengacu kepada satu hal yang pasti. Sama seperti the dalam bahasa Inggris.
Sementara kata theos yang tidak memperoleh kata sandang cenderung dimaknai sebagai kata sifat. Jadi, ton theos [dengan kata sandang] berarti ‘Sang Allah’, sedangkan theos [tanpa kata sandang] berarti ‘sifat ilahi’. Seperti istilah si hitam tidak sama dengan hitam, begitu juga ton theos berbeda dari theos. Yang pertama adalah kata benda, yang kedua adalah kata sifat.
Maka menurut penulis, terjemahan yang tepat untuk Yohanes 1:1 yaitu:
Pada mulanya Firman,
Sang Firman bersama-sama dengan Sang Allah
Dan Sang Firman bersifat ilahi [theos]
EVALUASI TEOLOGIS:
Dengan penjelasan mengenai Yokhanan 1:1 di atas, Sdr. Frans Donald hendak “mengajari bebek berenang” kepada para teolog yang mengerti bahasa Ibrani maupun Yunani. Sanggahan saya telah diulas di bagian sebelumnya, jadi tidak akan saya ulangi lagi. Namun ada beberapa penegasan yang bersifat kebahasaan saja, untuk memperkuat pernyataan bahwa terjemahan Yokhanan 1:1 memang sudah tepat jika diterjemahkan: “Pada mulanya adalah Firman. Firman itu bersama-sama dengan Elohim. Dan Firman itu adalah Elohim”. Sdr. Frans Donald kembali mengutip pernyataan komunitas Saksi Yehuwa yang sebelumnya telah mengulas:
“Dalam Yohanes 1:1, kata benda Yunani theos [elohim] muncul dua kali. Yang pertama memaksudkan [Elohim] Yang Maha Kuasa, dengan siapa Firman itu ada bersama-sama {‘Firman itu bersama-sama dengan }. Theos yang pertama didahului oleh kata ton [bahasa Inggris the], suatu bentuk kata sandang tertentu bahasa Yunani yang menunjuk kepada identitas yang pasti, dalam hal ini [Elohim] Yang Maha Kuasa…Sebaliknya tidak ada kata sandang di depan kata theos yang kedua dalam Yohanes 1:1. jadi terjemahan yang aksara akan berbunyi: ‘Firman itu [elohim]. Namun kita telah melihat bahwa banyak terjemahan menyebutkan theos [kata benda yang menjadi predikat] yang kedua ini sebagai ‘bersifat ilahi’, ‘seperti [elohim]’ atau ‘suatu [elohim]. Dengan wewenang apa mereka melakukan ini?”[f1]
Sebenarnya, cara penulisan “…kai theos en ho logos” , setara dengan kalimat dalam Yokhanan 4:24, “pneuma ho theos” yang diterjemahkan “Elohim adalah Roh” dan bukan “Roh adalah Elohim”. Demikian pula dengan 1 Yokhanan 4:16 yang berbunyi dalam naskah Greek, “ho theos agape estin” , diterjemahkan, “Elohim adalah kasih” dan bukan “kasih adalah Elohim”.
A.T. Robertson dalam Word Pictures In The New Testament, mengatakan:
By exact and careful language John denied Sabelianism by not saying ho theos en ho logos. That would mean that all of God was expressed in ho logos and the term would be interchangeable, each having the article” [f2]
[Dengan bahasa yang lugas dan hati-hati, Yokhanan menolak Sabelianisme dengan tidak mengatakan bahwa ‘ho theos en ho logos’. Kalimat tersebut akan bermakna bahwa keseluruhan Keelohiman {Ketuhanan] diekspresikan di dalam ‘ho logos’ dan kalimat tersebut dapat diubah sebaliknya, dengan meletakkan kata sandang]
Penerjemah Injil Yokhanan dalam bahasa Yunani, telah mengantisipasi pemahaman Sabelianisme, dengan menerjemahkan dalam bahasa Yunani, ”kai theos en ho logos” dan bukan “kai ho theos en ho logos” , karena penerjemahan ini dapat menimbulkan makna bahwa “Elohim adalah Firman”
Berkaitan dengan pemahaman Yokhanan pasal pertama, amat disayangkan bahwa Sdr. Frans Donald tidak memperhatikan keseluruhan teks Yokhanan 1:1-18. Dengan argumentasi yang berputar disekitar bunyi teks yang tepat dari Yokhanan 1:1, yang sesungguhnya hanya mengulang kembali argumentasi komunitas Saksi Yehuwa, Sdr. Frans Donald mengabaikan keseluruhan maksud perikop ini ditulis. Jika kita meneruskan pada ayat 3, kita mendapatkan keterangan akan kekekalan dan kekuasaan Sang Firman, yaitu menciptakan segala sesuatu, sebagaimana dikatakan:
WHO John 1:3

HNT John 1:3

i
YLT John 1:3 all things through him did happen, and without him happened not even one thing that hath happened.
1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan [LAI]
Siapa yang menjadikan segala sesuatu dan hanya melaluinya tercipta segala yang ada? Oleh Firman Elohim. Frasa Yokhanan 1:1, menggemakan kembali latar belakang Ibrani mengenai Elohim [Yang Maha Kuasa] Yahweh yang memulai segala sesuatu dan menciptakan segala yang ada [Kej 1:1;2:7]. Segala yang diciptakan oleh Elohim Yahweh, melalui Firman-Nya. Ada sembilan [9] kali frasa, “wayomer Elohim” [berfirmanlah Elohim]. Dan seiring dengan itu, terjadilah benda-benda, mahluk-mahluk ciptaan Elohim Yahweh. Pertanyaannya, apakah Firman itu ciptaan? Jika Firman itu ciptaan, maka dengan apakah Firman itu diciptakan? Tentu saja Firman itu bukan ciptaan. Firman tidak diciptakan, melainkan Daya Cipta yang menjadikan segala sesuatu, sebagaimana dikatakan Sefer Tehilim [Mazmur 33:6] berikut: “bi devar Yahweh shamaym naasyu, ube ruakh piw, kal tsevaam” [Oleh Firman Yahweh langit telah di buat dan oleh nafas dari mulut-Nya, terbentuklah semua tentara-Nya]. Dan menurut Yokhanan 1:14, Firman itu telah menjadi daging atau manusia. Firman yang merupakan Daya Cipta [yang menciptakan], telah menjadi manusia. Peristiwa historis ini mengakibatkan satu kesimpulan bahwa hakikat Yahshua secara ontologis, Sang Firman Elohim Yahweh itu sendiri. Dan secara antropologis, adalah Manusia Sejati. Didalam manusia sejati Yahshua, berdiam keseluruhan kepenuhan Keelohiman secara jasmaniah [Kol 2:9].
Pada halaman 46 dikatakan:
Yohanes 10:30
Disini Yesus berkata: “Aku dan Bapa adalah satu”
…Sesuai dengan konteksnya, kata satu dalam Yohanes 10:30 maupun Yohanes 12 bukanlah satu pribadi, melainkan satu visi, satu misi, satu pekerjaan, satu spirit, satu hati, satu pikir; bukan satu sosok atau satu oknum
EVALUASI TEOLOGIS:
Bunyi teks Yunani dari Yokhanan 10:30 adalah, “Ego kai ho pater en esmen” . Dalam Hebrew New Testament diterjemahkan, “Ani we ha Av ekhad” . Kata Yunani sendiri tidak menggunakan kata “monon” yang bermakna “satu secara jasmaniah”, melainkan digunakan kata sifat “en” [dalam] yang dihubungan dengan kata kerja indikativ “esmen” [aku adalah]. Maka Hebrew New Testament menerjemahkan kata “en” , dengan “ekhad” . Kata Ibrani “Ekhad” mengungkapkan suatu bentuk kesatuan dan berbeda dengan kata “yakhid” yang merupakan bentuk satu secara jasmani. Maka makna kata “satu” atau “esa” dalam Yokhanan 10:30, bukan hanya bermakna satu kehendak, satu tujuan, satu pikiran, melainkan KESATUAN HAKIKAT antara Elohim Yahweh yang disapa dengan sebutan “Bapa” dan Yahshua, Sang Firman Elohim Yahweh, yang disapa dengan sebutan “Putra”. Penggunaan kata “en” untuk menggambarkan “kesatuan hakikat” dapat kita lihat dalam frasa, “…satu tubuh di dalam Mesias” [en soma esme en Kristoi]. Kata “en” yang pertama berfungsi sebagai kata adjective nominatif dan kata “en” yang kedua berfungsi sebagai “preposition”. Dan Hebrew New Testament tetap menerjemahkan dengan istilah “ekhad ba Mashiakh” , untuk menggambarkan kesatuan yang bersifat metafisik.
Frasa Yokhanan 10:30, jika dihubungkan dengan frasa dalam Yokhanan 8:42 [eme ego gar ek tou theou exelthon]akan menjadi jelas, maka kesatuan antara Yahshua [Sang Firman] dengan Bapa-Nya [Elohim Yahweh] adalah kesatuan hakikat. Kata “ek” bermakna “keluar dari dalam”. Maka secara metafisik, Sang Firman “keluar dari hakikat” Elohim Yahweh.
Dari penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa Bapa [Elohim Yahweh] dan Putra [Firman] adalah satu hakikat. Oleh karena tugas penyelamatan, maka Sang Firman “keluar dari hakikat” Elohim, tanpa mengurangi, mengubah hakikat Elohim, dan menjadi manusia Yahshua. Yahshua adalah Elohim dari sisi hakikat-Nya sebagai Sang Firman dan manusia dari peristiwa inkarnasinya Firman menjadi manusia.
Pada halaman 47 dikatakan:
Filipi 2:6
Tertulis dalam terjemahan LAI: “[Yesus] yang walaupun dalam rupa Allah, tidak mengganggap kesetaraan dengan Allah sebagai milik yang harus dipertahankan”.
Setelah membandingkan Filipi 2:6 dengan bahasa aslinya dan versi bahasa Inggris, penulis tidak setuju dengan bunyi Filipi 2:6 terjemahan LAI karena kurang tepat. Dalam Revised Standard Version dikatakan: “…thought it not robbery to be equal with God”. Jadi sama sekali tidak ada kata dipertahankan. Yang ada adalah kata perampasan [robbery]. Terjemahan seharusnya berbunyi: “[Yesus], walaupun memiliki rupa ilahi, tidak memikirkan perampasan untuk menjadi setara dengan Allah”. Jika diterjemahkan seperti ini, barulah isi Filipi 2:5-11 secara utuh menggunggkapkan ketaatan dan kerendahan hati Yesus kepada Yahweh.
EVALUASI TEOLOGIS:
Pernyataan Sdr. Frans Donald, “setelah membandingkan Filipi 2:6 dalam bahasa aslinya dan dengan bahasa Inggris…” sama sekali tidak di dukung oleh data-data yang kuat. Dalam naskah Greek dituliskan, “hos en morphe Theou huparkon, oukh harpagmon hesato to einai isa Theoi” . Donald Guthrie sendiri menyatakan, “Kata Yunani harpagmos dapat ditafsirkan dengan berbagai cara yang berhubungan dengan Kristologi Filipi 2:1-6 ini” [f3]. Dalam daftar terjemahan di bawah ini, membuktikan pernyataan Guthrie akan adanya perbedaan penerjemahan dan perbedaan penafsiran mengenai akurasi terjemahan Filipi 2:6. Pernyataan Sdr. Frans Donald, seolah-olah semua terjemahan bahasa Inggris, mendukung asumsinya. Padahal dari sekian daftar terjemahan di bawah ini, hanya tiga terjemahan yang menerjemahkan sesuai kutipan Sdr. Frans Donald, yaitu King James Version dan New King James serta Young’s Literal Translation.
KJV Philippians 2:6 Who, being in the form of God, thought it not robbery to be equal with God:
NIV Philippians 2:6 Who, being in very nature God, did not consider equality with God something to be grasped,
NKJ Philippians 2:6 who, being in the form of God, did not consider it robbery to be equal with God,
NRS Philippians 2:6 who, though he was in the form of God, did not regard equality with God as something to be exploited,
YLT Philippians 2:6 who, being in the form of God, thought it not robbery to be equal to God,
Sekalipun ada perbedaan penafsiran dan penerjemahan, namun kuti[pan ayat-ayat di atas tidak membuktikan sama sekali bahwa Yahshua tidak memiliki hakikat Ilahi atau tidak sehakikat dengan Sang Bapa. Sebaliknya, ayat ini hendak menunjukkan status mulia Yahshua sebagai “morphe Theou” [Rupa Tuhan]. Dan status perendahan dirinya yang ditunjukkan dengan kata “eskenosen” [pengosongan] dalam Filipi 2:7. Kesehakikatan Yahshua Yahshua dengan Sang Bapa, tersebar luas dalam keseluruhan Kitab Perjanjian Baru. Mempersoalkan Ketuhanan Yahshua hanya berdasarkan satu ayat yang memiliki kontroversi terjemahan, adalah tidak jujur pada keseluruhan data-ata yang berbicara kuat mengenai hakikat Ketuhanan-Nya.
Pada halaman 48-50 dikatakan:
Matius 28:19
Baptislah mereka dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus”
Sebetulnya ayat ini biasa-biasa saja andaikan frase ‘Bapa, Anak dan Roh Kudus’ tidak ditafsirkan menjadi ‘Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus’.
Ibrani 1:8
Ayat yang berbicara tentang Yesus ini ada ungkapan “tahta-Mu ya Allah…” seolah-olah Yesus itu Allah. Benarkah pengertiannya demikian? Perhatikan catatan kaki di Alkitab Anda. Ayat di atas sebenarnya adalah kutipan dari Mazmur 45:7-8. Dalam ayat rujukan di Mazmur itu [ayat aslinya] yang tertulis adalah: Tahtamu kepunyaan Allah” [bukan “Tahta-Mu ya Allah]. Jadi jelas sekali terjemahan kutipan Ibrani 1:8 ternyata keliru!
1 Yohanes 5:7
Dalam tanda kurung tertulis, “…[di dalam Surga: Bapa, Firman dan Roh Kudus dan ketiganya adalah satu]…
Kalimat dalam kurung membuka peluang tafsir bahwa di Surga ada Allah Trinitas. Ternyata ayat itu adalah ayat sisipan yang ditambahkan oleh oknum-oknum yang berusaha meneguhkan dogma Trinitas. Sebenarnya kalimat dalam kurung itu tidak pernah ada. Teolog Charles C. Ryrie dalam bukunya Teologi Dasar I halaman 70 mengakui dan mengatakan bahwa 1 Yohanes 5”7 jelas bukan bagian dari teks asli Alkitab. Teolog DR. Herbert W. Armstrong memaparkan bahwa ayat ini ditambahkan ke Alkitab edisi Vulgata Latin ketika terjadi kontroversi panas antara Roma, Arius [pelopor Arianisme] dan umat Allah
Yohanes 20:28
Di ayat itu, dalam keadaan sangat TERKEJUT dan HERAN saat melihat Yesus telah bangkit dari kematian, Tomas berseru: “Ya Tuhanku dan Allahku”
Sama halnya pada saat kita terkejut melihat peristiwa Tsunami, banyak di antara kita yang kaget sekali dan berkata: “Ya Allah, Ya Robbi!” atau “Ya Tuhan dan Allahku!” Bukan berarti gelombang Tsunami itu adalah Tuhan atau Allah kita, tapi kita berkata: “Ya Tuhan dan Allahku!” karena kita sangat terkejut dan heran akan sesuatu yang kita saksikan di depan mata kita. Demikian juga halnya dengan perkataan Tomas dalam Yohanes 20:28 tersebut.
Yesaya 63:8b-9a
Dalam Alkitab terbitan LAI tahun 2004 tertulis: “Maka Ia [TUHAN Allah] menjadi Juruselamat mereka dalam segala kesesakan mereka. Bukan seorang duta atau utusan melainkan Ia sendirilah yang menyelamatkan mereka…
Terjemahan ini mengesankan seolah-olah pribadi Allah sendiri yang turun menjelma untuk menebus manusia “bukan seorang duta atau utusan”. Dari situlah disimpulkan, Yesus adalah Allah. Dalam versi Bahasa Inggris King James Version tertulis:
So He [God] become their Savior in all their affliction He was afflicated. And the Angel of His Presence saved them, in His love and His pity He redeemed them
Jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia kurang lebih demikian: “Maka Ia [Allah] menjadi Juruselamat mereka dalam kesesakkan mereka. Dan malaikat yang ada di hadirat-Nya menyelamatkan mereka, dalam kasih-Nya dan belas kasihan-Nya Dia menebus mereka”
Tetapi, frase “Malaikat yang ada di hadirat-Nya” ternyata oleh LAI diterjemahkan [diubah] menjadi: “bukan seorang duta atau utusan melainkan Ia [Allah] sendiri”
EVALUASI TEOLOGIS:
Tanggapan mengenai Matius 28:19. Saya sependapat dengan Sdr. Frans Donald, bahwa Matius 28:19 tidak harus dipahami secara trinitarian, yaitu Elohim Bapa, Elohim, Putra dan Elohim Roh Kudus. Namun yang saya tolak, hanya pengistilahan dan penyifatan karya dan tindakan Elohim dalam sejarah, dengan sebutan “Tritunggal/Trinitas”. Penolakan saya didasarkan bahwa Kitab TaNaKh dan Brit Khadasha [Perjanjian Baru] tidak memberikan istilah sedemikian. Bahkan istilah ini mengandaikan ada tiga oknum ketuhanan yang terlibat dalam penciptaan. Sebaliknya, saya memahami bahwa Elohim itu Esa dengan tiga Maha Karya: Mencipta [Bapa], Menebus [Putra] dan Berdiam dalam diri orang beriman [Roh Kudus]. Kitab Kejadian 1:1-3 memberikan isyarat bahwa Elohim [Bapa], Roh Elohim dan Sang Firman, serentak terlibat dalam penciptaan. Dalam sejarah penyelamatan, baik Elohim, Firman dan Roh-Nya, kemudian disebut dengan Bapa, Putra dan Roh Kudus [Mat 28:19]. Perbedaan saya dengan Sdr. Frans Donald, bahwa dirinya menolak essensi Bapa, Putra dan Roh Kudus, sebagai hakikat Elohim yang Esa.
Tanggapan mengenai terjemahan Ibrani 1:8. Lagi-lagi Sdr. Frans Donald memperlihatkan dustanya dengan mengaku mengerti bahasa asli Kitab Suci, namun sesungguhnya tidak mengerti apa-apa. Mari kita lihat teks Greek dan terjemahan bahasa Inggris Ibrani 1:8 serta teks Ibrani Yesaya 45:7 dan terjemahannya dalam bahasa Inggris.
Teks Greek Ibrani 1:8 dan terjemahan dalam bahasa Inggris sbb:
WHO Hebrews 1:8

KJV Hebrews 1:8 But unto the Son he saith, Thy throne, O God, is for ever and ever: a sceptre of righteousness is the sceptre of thy kingdom.
NIV Hebrews 1:8 But about the Son he says, "Your throne, O God, will last for ever and ever, and righteousness will be the scepter of your kingdom.
NKJ Hebrews 1:8 But to the Son He says: "Your throne, O God, is forever and ever; A scepter of righteousness is the scepter of Your Kingdom.
NRS Hebrews 1:8 But of the Son he says, "Your throne, O God, is forever and ever, and the righteous scepter is the scepter of your kingdom.
YLT Hebrews 1:8 and unto the Son: 'Thy throne, O God, is to the age of the age; a sceptre of righteousness is the sceptre of thy reign;
Teks Ibrani Yesaya 45:7 dan terjemahannya dalam bahasa Inggris sbb:
WTT Psalm 45:7

KJV Psalm 45:6 Thy throne, O God, is for ever and ever: the sceptre of thy kingdom is a right sceptre.
NIV Psalm 45:6 Your throne, O God, will last for ever and ever; a scepter of justice will be the scepter of your kingdom.
NKJ Psalm 45:6 Your throne, O God, is forever and ever; A scepter of righteousness is the scepter of Your kingdom.
NRS Psalm 45:6 Your throne, O God, endures forever and ever. Your royal scepter is a scepter of equity;
RSV Psalm 45:6 Your divine throne endures for ever and ever. Your royal scepter is a scepter of equity;
YLT Psalm 45:6 Thy throne, O God, is age-during, and for ever, A sceptre of uprightness Is the sceptre of Thy kingdom.
LXT Psalm 44:7

Frasa Ibrani Yesaya 45:7, “kisaka Elohim” dari kata “kise” [kursi/tahta] mendapat sufiks “ka” [Engkau] dan “Elohim” [Tuhan], dalam Septuaginta diterjemahkan “ho thronos sou ho theos” dan digemakan kembali dalam Ibrani 1:8 dengan cara yang persis sama. Apa yang salah? Yang salah adalah Sdr. Frans Donald tidak menguasai bahasa Ibrani maupun Yunani, sehingga mendustai pembacanya. Padahal, frasa “tahtamu kepunyaan Allah”, adalah terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia. Aneh, disaat mengoreksi Filipi 2:6, Sdr. Frans Donald menyalahkan terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia. Namun saat mengoreksi Ibrani 1:8, Sdr. Frans Donald justru menyetujui terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia ketika menerjemahkan Yesaya 45:7. Sikap inkonsistensi ini menunjukkan ketidak layakkan sesumbar yang telah didengung-dengungkan Sdr. Frans Donald sebagai orang yang hendak membongkar dusta Kekristenan.
Tanggapan mengenai 1 Yokhanan 5:7. Saya sependapat dengan pernyataan Sdr. Frans Donald, bahwa dalam naskah yang tertua, tidak ada tertulis frasa, “Bapa, Firman dan Roh” dan hanya tertulis pada empat manuskrip Yunani dari Abad ke-IV Ms. Dengan demikian frasa tambahan ini hendak meneguhkan doktrin dan istilah Trinitas.
Tanggapan mengenai terjemahan Yesaya 63:8-9. Kesimpulan Sdr. Frans Donald, semakin membuktikan ketidakpahamannya terhadap teks Ibrani dan Yunani. Dalam Yesaya 63:8, dimulai dengan frasa imperfek orang ketiga tunggal, “wayomer” yang artinya “Dia berfirman” dan dibagian akhir ada frasa imperfek orang ketiga tunggal, “wayehi lahem lemoshiakh” yang artinya, “Dia akan menjadi juruslamat mereka”. Siapa “Dia” itu? Yaitu “yang berfirman”. Siapa yang berfirman? “Elohim Yahweh” sendiri. Persoalannya timbul pada terjemahan Yesaya 63:8-9. Lembaga Alkitab Indonesia, merujuk pada terjemahan New Revised Standard Version yang telah menerjemahkan dengan, “It was no messenger or angel but his presence that saved them;…”. Dan New Revised Standard Version mengikuti terjemahan Septuaginta yang menerjemahkan, “oude aggelos all hautos kurious esmen hautous…”. Namun terjemahan lainnya, mengikuti bunyi teks Ibrani sbb:
Isaiah 63:9
KJV Isaiah 63:9 In all their affliction he was afflicted, and the angel of his presence saved them: …
NIV Isaiah 63:9 In all their distress he too was distressed, and the angel of his presence saved them.
NKJ Isaiah 63:9 In all their affliction He was afflicted, And the Angel of His Presence saved them; In His love and in His pity He redeemed them; And He bore them and carried them All the days of old.
NRS Isaiah 63:9 in all their distress. It was no messenger or angel but his presence that saved them; …
YLT Isaiah 63:9 In all their distress He is no adversary, And the messenger of His presence saved them,…
Footnote:
- [f1] : Haruslah Anda Percaya Kepada Tritunggal? Wacth Tower Bible And Tract Society of Pennsylvania, 1989, hal 27
- [f2] : Timothy D. Oliver, Jesus is Jehovah [YHWH], Christan Soldiers Ministries, www.christianity.com/csm4jesus
- [f3] : Op.Cit, Theologia Perjanjian Baru, hal 394
PDT. TEGUH HINDARTO, MTH
NAFIRI YAHSHUA MINISTRY
PO. BOX 122
KEBUMEN 54300
JAWA TENGAH – INDONESIA
|
| |
Komentar terhadap Artikel ini dapat Anda kirim ke komentar@messianic-indonesia.com
Jangan lupa untuk mencantumkan Judul Artikel ini dalam komentar Anda
Anda juga dapat berpartisipasi dalam situs ini
dengan mengirimkan Artikel anda ke redaksi@messianic-indonesia.com
|
--- EDEW --- |
|
|
|
|
|
Shalom Alaika !!!
Selamat datang,
selamat bergabung di komunitas Messianic Indonesia.
Semoga website ini dapat menjadi berkat bagi saudara. |
|
|
|
|
|
|