Kamis, 09 September 2010  |  
Siapakah diantara kamu menarh hormat kepada YAHWEH, mematuhi suara hambaNya tetapi yang hidup dalam kegelapan dan tanpa cahaya apapun? Baiklah dia mempercayakan dirinya kepada nama YAHWEH dan berlindung kepada Elohimnya (Yes 50:10)
   APOLOGETIK DETIL
03-01-2010
TANGGAPAN ATAS TULISAN DR. SUHENTO LIAUW
 
 
“TAK SANGGUP KELUAR DARI CARA PIKIR ISLAM”
PEDANG ROH 61 Edisi LXI Tahun XV, Oktober-November-Desember 2009
Senin, 09 November 2009

Oleh:
Teguh Hindarto,MTh.


DR. SUHENTO LIAUW:
Pada tahun 70-an kita kenal Bapak Amran Amri, Bapak Yusuf Roni, dan kemudian muncul banyak nama lagi seperti Bapak Suradi dan lain-lain. Mereka tadinya adalah penganut Islam yang taat. Mereka tentu sudah terbiasa dengan istilah-istilah Arab seperti salam malaikum, insyah Allah, dan lain-lain. Kemudian mereka menjadi Kristen melalui berbagai pengalaman. Sayangnya, kebanyakan mereka tidak mendapatkan pendidikan Kristen yang alkitabiah sehingga secara hati mungkin mereka tulus, namun secara doktrinal sangat kacau.

TANGGAPAN:
Pernyataan DR. Suhento Liauw sangat tendensius. Seharusnya DR. Suhento Liauw berterimakasih kepada beberapa tokoh mantan Islam al., Alm. Hamran Ambrie yang dengan gigih mempertahankan iman Kristen dari kritikus Islam yang mempertanyakan jantung Kekristenan. Pada tahun 1970-1980-an, dimanakah para apologet Kristen saat buku-buku Islam membanjir menyudutkan fundasi Iman Kristen? Justru Alm. Hamran Ambrie yang bangkit memberikan pertanggungjawaban iman dengan dasar yang kokoh (sejumlah bukunya yang sudah tidak dicetak, cukup memberikan wawasan pada kita siapa dan seberapa jauh pemahaman Alm. Hamran Ambrie mengenai Kitab Suci). Apakah ukuran yang Anda pakai untuk mendefinisikan “pendidikan Kristen yang Alkitabiah” itu? Apakah dengan bersekolah teologi ke Amerika (yang jelas-jelas bukan pusat Kekeristenan mula-mula)? Memiliki gelar teologi? Saya sangat menjunjung tinggi pendidikan teologi secara akademis sebagai sebuah disiplin ilmu yang harus dituntut oleh seorang yang hendak menceburkan diri dalam wilayah pelayanan keagamaan. Namun menuduh Alm. Hamran Ambrie sebagai, “tidak mendapatkan pendidikan Kristen yang alkitabiah”, sangatlah berlebihan kalau bukan mencerminkan sikap terlalu percaya diri dengan “doktrin gereja sendiri”. Jika Alm. Hamran Ambrie sebagaimana yang DR. Suhento Liauw tuduhkan, silahkan memberikan ulasan secara tersendiri mengenai pemikiran beliau mengingat jejak-jejak pemikiran dan pemahaman beliau masih terekam baik dalam buku-buku yang pernah diterbitkannya.

Saya kuatir DR. Suhento Liauw sama sekali tidak memiliki penguasaan yang benar mengenai Islam, sehingga memberikan pernyataan yang berlebihan. Dugaan saya diperkuat dengan pengutipan kalimat dalam Islam yang salah seperti, ........... Baca Selengkapnya
 

Komentar terhadap Artikel ini dapat Anda kirim ke komentar@messianic-indonesia.com
Jangan lupa untuk mencantumkan Judul Artikel ini dalam komentar Anda

Anda juga dapat berpartisipasi dalam situs ini
dengan mengirimkan Artikel anda ke redaksi@messianic-indonesia.com

--- ---
Shalom Alaika !!!
Selamat datang,

selamat bergabung di komunitas Messianic Indonesia.
Semoga website ini dapat menjadi berkat bagi saudara.
©2007 Messianic-Indonesia Media Team - All Rights Reserved  
Terimakasih Bapa atas kesempatan yang telah Engkau berikan untuk membangun Situs ini.
Pakailah Situs ini untuk memasyurkan dan memuliakan nama-Mu. Amin

Saran dan Kritik:
redaksi@messianic-indonesia.com