Mengakui sumber keselamatan berasal dari Israel
Mesias Yahshua secara manusia adalah keturunan Yahda [Ibr 7:14], dilahirkan di Betlehem [Mik 5:1], dinubuatkan kedatangan-Nya oleh nabi-nabi Israel [Ul 18:37-38, Yes 7:14]. Suka atau tidak suka, keselamatan yaitu kehidupan kekal karena dipulihkannya hubungan manusia dengan Elohim akibat kutuk dosa yang mendatangkan maut, berasal dari Yahudi. Mengapa? Karena dari suku Yahudi/Yehuda/Yahda, telah lahir Mesias. Dia yang diurapi untuk melakukan karya penyelamatan terhadap dunia dan manusia. Berbagai upaya untuk membuat Yahshua terlihat seperti orang Eropa, seperti orang Yunani, seperti orang Negro, seperti orang Asia, dll. Sikap demikian mencerminkan suatu sikap yang secara sadar atau tidak sadar enggan mengakui Keyahudian Mesias. Ada banyak faktor dan motif dibelakang sikap-sikap demikian. Bisa karena motif politis, bisa karena motif kultural, motif religius dll. Fenomena ini dikomentari oleh
Hans Ucko sbb:
“Adalah menarik mengamati bagaimana orang-orang Kristen dibanyak tempat berupaya menjadikan [Yahshua] sebagai salah seorang dari kelompok mereka, seolah [Yahshua] hidup dalam kebudayaan dan keprihatinan yang sama dengan mereka. [Yahshua] menjadi [Yahshua] orang Afrika, [Yahshua] orang Palestina, [Yahshua] orang Amerika Latin. Hal ini memang perlu, sebab upaya tadi memperkaya kekristenan. Namun, akibatnya terkadang orang lupa siapa [Yahshua] yang sesungguhnya. Baru akhir-akhir inilah ada upaya mengembalikan [Yahshua] kedalam keyahudian-Nya” (f1).
Senada dengan penjelasan diatas, Anton Wessel memberikan keterangan:
“[Yahshua] bukan orang Kristen, tetapi orang Yahudi! Ucapan Jullius Wellhausen ini menjadi terkenal dan sering dikutip orang. Pernyataan ini pada dasarnya sangat sederhana dan jelas, sekalipun tidak dapat dikatakan bahwaq orang Kristen selalu menyadari betapa luas arti pernyataan ini. Ungkapan ini menyatakan-betapa mungkin secara mengejutkan-betapa sering orang Kristen kira, bahwa mereka sudah memahami dan mengetahui seluruh pribadi-Nya. Mereka lupa bahwa ‘keselamatan datang dari bangsa Yahudi’, sebagaimana terungkap dalam percakapan [Yahshua] di sumur dengan perempuan Samaria itu [Yoh 4:22]” (f2).
Apapun alasannya, Yahshua secara manusiawi adalah Yahudi. Juruslamat itu berasal dari suku Yahda [Ibr 7:14]
Mengakui sumber pengajaran berasal dari Israel
Torah di turunkan Yahweh kepada Bangsa Israel sebagai petunjuk yang mengatur seluruh sistem kehidupan. Mesias Yahshua mengajar dan melaksanakan Torah dengan benar [Mat 5:17-18]. Mengabaikan Torah dengan beralasan bahwa Torah telah kehilangan relevansinya setelah Mesias datang, merupakan perlawanan terhadap hakikat diturunkanya Torah. Pengikut Mesias di Abad I Ms tidak melepaskan Torah namun memeliharanya dalam terang kematian dan kebangkitan Mesias [Kis 21:20]. Sikap mengabaikan pengajaran dalam Torah merupakan perkembangan setelah Gereja/Eklesia/Kahal Yahweh berkembang di luar Yerusalem dan bergerak jauh dari episentrum kerohanian, sehingga mengalami disorientasi iman dan ibadah.
Footnote:
(f1) : Op.Cit., Akar Bersama, hal 6-7
(f2) : Memandang Yesus : Gambar Yesus Dalam Berbagai Budaya, Jakarta : BPK, 1990, hal 19
PDT. TEGUH HINDARTO, MTH.
NAFIRI YAHSHUA MINISTRY
PO. BOX 122
KEBUMEN 54300
JAWA TENGAH – INDONESIA