Jumat, 10 September 2010  |  
Nama Yahweh adalah menara yang kuat, kesanalah orang benar berlari dan menjadi selamat (Ams 18:10)
    ARTIKEL DETIL
28-07-2007
PERTANYAAN UMUM SEPUTAR NAMA YAHWEH DAN ALLAH (5)
 
 
8. Saya baru akan mengubah konsep saya ini, jika dari Lembaga Alkitab Indonesia yang menjadi tolok ukur kebenaran sudah mengubah dan menerbitkan kebenaran ini.

Jawabannya :
Lembaga Alkitab Indonesia khan manusia juga, yang tentu saja tidak luput dari kesalahan, karena bukan sumber asli, karena itu tidak bisa dijadikan sebagai tolok ukur kebenaran, kalau mau dipakai sebagai tolok ukur kebenaran seharusnya Kitab Suci yang berbahasa Ibrani, sebab kitab suci terjemahan, terjemahan apapun termasuk terjemahan dari Lembaga Alkitab Indonesia bisa saja salah, buktinya Lembaga Alkitab Indonesia telah merevisi kitabnya berkali kali. Salah satu contoh kesalahan terjemahan dari Lembaga Alkitab Indonesia adalah dalam Kitab Yehezkiel 34: 16 dimana berbunyi : Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya. Sedangkan dalam bahasa Inggris versi apapun diterjemahkan sebagai berikut: I will seek that which was lost, and bring again that which was driven away, and will bind up that which was broken, and will strengthen that which was sick; but I will destroy the fat and the strong; I will feed them with judgment. Hal itu sesuai dengan bahasa Ibrani yang ditulis sebagai berikut :

trBvNlw byva txDNh-taw vQba tdbah-ta hnmvh-taw qzxa hlwxh-taw vbxa jPvmb hN[ra dymva hqzxh-taw


Et-haavedet avaqesh we et-hanidakhat ashiv We lanishberet Ekhevosh we ethakhola akhazeq we et hash mena we et-hakhazaqa Ashmid er ena vemishpat
Ashmid = Runtuh = Destroy = Hancur

Jadi seharusnya kita lebih taat kepada firman Tuhan dari pada taat kepada Lembaga Alkitab Indonesia, karena penerjemah Lembaga Alkitab Indonesia juga manusia biasa yang bisa salah. Ada banyak kesalahankesalahan terjemahan yang lain jika mau diungkapkan.

9. Apakah kami yang setia ke gereja dan masih menyebut Allah itu salah dan masuk neraka atau sesat?

Jawabannya:
Sudah diterangkan di atas, bahwa Allah itu sesembahan dan Tuhannya umat Islam, kita harus menghormati mereka dengan tidak mencampur-adukan di dalam kekristenan, masalah masuk sorga atau neraka itu hak Tuhan Yahweh. Tidak ada seorangpun yang berhak menentukan, yang jelas jika kita melakukan firman Tuhan, tentu memiliki kepastian masuk sorga. Yang jadi pertanyaannya adalah: Lebih takut kepada siapakah Anda? Tuhan atau manusia? Sebenarnya yang sering dianggap sesat, malah orang-orang yang sudah mengagungkan Nama Yahweh, terbukti banyak pendeta-pendeta yang dipecat oleh sinodenya gara-gara nama Yahweh.

10. Untuk masalah Nama Yahweh, apakah kelompok penyembah Nama Yahweh sudah mengklarifikasi atau minta ijin PGI atau badan gereja yang lain?

Jawabannya :
Masalah mengklarifikasi, sebenarnya sudah banyak surat-surat yang dilayangkan kepada Lembaga Alkitab Indonesia oleh para penyembah Nama Yahweh, baik surat yang ditujukan untuk memperbaiki masalah tata bahasa Indonesia, maupun secara theologis, namun rupanya Lembaga Alkitab tidak menjawab secara proporsional, malah berupaya untuk mencegah agar Nama Yahweh tidak dikenal, dan berusaha untuk menghilangkannya, dengan berbagai alasan theologis yang tidak bersumber kepada Firman Tuhan itu sendiri, namun disisi lain, Lembaga Alkitab Indonesia mencetak Kitab Suci Komunitas Kristiani, Edisi Pastoral Katolik terbitan tahun 2002, dimana justru tersebar ratusan Nama Yahweh disana. Apakah ini bukan merupakan pembodohan terhadap umat Tuhan, kalau memang Nama Yahweh dianggap tidak layak masuk dalam Kitab Suci terbitan Lembaga Alkitab Indonesia!.

Kalau Nama itu memang Nama Tuhan, kenapa Lembaga Alkitab Indonesia tidak mau mencetak untuk komunitas penyembah Nama Yahweh, padahal sebagai institusi yang memegang "Bible Society" seharusnya memenuhi semua kebutuhan umat Tuhan!. Ada apa sebenarnya ini?.
Bagi saya secara pribadi, saya tidak perlu minta ijin kepada LAI maupun PGI, sebab ijin itu datang dari Tuhan sendiri yang memang bernama Yahweh dan menghendaki namaNya disebut. LAI maupun PGI bukan Tuhan yang harus dimintai ijinnya mengenai masalah Nama Tuhan. Apa artinya kita mendapat ijin dari LAI maupun PGI ... jika apa yang dimintakan ijinnya itu, justru melanggar Firman Tuhan dan sebenarnya tidak benar dan tidak sesuai dihadapan Tuhan?

11. Bukankah orang Kristen Arab juga memanggil Nama Tuhan dengan Allah dimana salahnya?

Jawabannya :
Dalam Kitab Suci berbahasa Arab Alkitabul Moquddasu Wa huwa asfaarul Ahdainil qodiimi wal jadiid (Perjanjian Lama dan Baru) yang Mutarjamah minallughootil Ashliiyah (diterjemahkan dari bahasa asli) oleh Nidaur Rojaa Stuttgart Almaaniyaa (Yayasan Nidaur Roja Sturrgart Jerman) Nama Yahweh ditulis Yahwah, karena dalam bahasa Arab tidak ada vocal . Jadi orang Kristen Arab mengenal Nama Yahweh Dan jika dengan kasus ini, tiba-tiba orang Kristen di Indonesia berkiblat kepada orang Kristen Arab ini aneh, seharusnya yang dijadikan tolok ukur kebenaran itu bukan orang Kristen Arab, melainkan Firman Tuhan itu sendiri berkata bagaimana, itu yang seharusnya diikuti. Kembali kepada Orang Kristen Arab yang dijadikan acuan, saya ingin memberitahu bahwa Orang Kristen Arabpun mengalami kebingungan dalam menerjemahkan Kitab Sucinya.

Memang Nama Yahweh tetap dikenal oleh mereka, beda dengan orang Kristen di Indonesia yang malah menentang mati-matian Nama Yahweh tetapi membela mati-matian Nama "Allah". Namun Orang Kristen Arab terkadang menerjemahkan juga Nama Yahweh, menjadi Antar robbu ilah / arrobbu, terkadang diganti dengan Allah, terkadang tidak diterjemahkan.

Kebingungan ini disebabkan karena sebelum ada Kristen di Arab, Nama atau Kata "Allah" sudah dikenal sebelumnya akibat agama suku, seperti di Indonesia. Di Arab, Nama atau kata Allah sudah dikenal jauh sebelum agama Islam ada, yaitu sebagai Nama Dewa yang mengairi bumi, yaitu satu diantara 360 dewa lainnya seperti Allata, Aluza, Almanat, Alhubal dsb. Sedangkan Di Indonesia nama atau kata Allah sudah dikenal karena agama Islam sudah masuk terlebih dahulu ke Indonesia, dan oleh umat Islam, Nama atau kata Allah dikenal sebagai Tuhan sang pencipta. Saya melihat bahwa Kitab Suci Alkitabul Muqoddassu yang beredar ditanah Arab dan dipakai oleh orang Kristen Arab yaitu Wa huwa Asfaarul Ahdainil Qodiimi wal jadiid / perjanjian lama dan baru Mutarjamah minallughoofil Ashliiyah / yang diterjemahkan dari bahasa Asli oleh Nidaaur Rojaa Stutgart Almaaniyaa / Yayasan Nidaur Roja Stuutgart Jerman tersebut diatas, Nama Yahweh tidak diterjemahkan, namun dalam Kitab Suci berbahasa Arab "Arabic Bible" dari International Bible Society , yang dapat di akses di internet di : http://www.ibs.org/bibles/arabic/index.php justru menerjemahkan Nama Yahweh menjadi Arrobbu. Ini membuktikan bahwa penerjemah Kitab Suci berbahasa Arab juga kebingungan. Bagaimana mungkin kondisi kebingungan seperti ini dipakai sebagai acuannya? Apakah karena sudah terjadi dan seolah-olah tidak terjadi apa-apa berarti Tuhan mengijinkannya? Padahal sudah ada ayat yang melarang untuk menyebut dengan sembarangan? Coba baca ulang pertanyaan 1 alinea terakhir. Setelah mengetahui dan membuktikan kebingungan tersebut, janganlah kita mengikuti orang yang bingung, sebab terbukti bahwa Kristen Arabpun tergantung dari penerjemahnya, dan janganlah berkiblat kepada kesalahan orang, sebab bahasa Asli Kitab Suci kita bukan bahasa Arab melainkan bahasa Ibrani.

Rev. Yakub Sulistyo, STh, MA
Gereja Pimpinan Rohul Kudus “Surya Kebenaran”
AMBARAWA
JAWA TENGAH – INDONESIA
 
Komentar terhadap Artikel ini dapat Anda kirim ke komentar@messianic-indonesia.com
Jangan lupa untuk mencantumkan Judul Artikel ini dalam komentar Anda

Anda juga dapat berpartisipasi dalam situs ini
dengan mengirimkan Artikel anda ke redaksi@messianic-indonesia.com
--- tguh ---
Shalom Alaika !!!
Selamat datang,

selamat bergabung di komunitas Messianic Indonesia.
Semoga website ini dapat menjadi berkat bagi saudara.

 

©2007 Messianic-Indonesia Media Team - All Rights Reserved  
Terimakasih Bapa atas kesempatan yang telah Engkau berikan untuk membangun Situs ini.
Pakailah Situs ini untuk memasyurkan dan memuliakan nama-Mu. Amin

Saran dan Kritik:
redaksi@messianic-indonesia.com