Kamis, 09 September 2010  |  
Aku hendak bersyukur kepada YAHWEH karena keadilan-Nya dan bermazmur bagi nama YAHWEH, Yang Mahatinggi (Maz 7:18)
    ARTIKEL DETIL
09-10-2007
VIVA RESTORASI NAMA KUDUS DI INDONESIA !
 
 
Shalom alekhem beShem Adonai Yeshua HaMashiah !

SUNGGUH, saya tidak tahu bahwa di luar “halaman rumah” kami terjadi kehebohan yang luar biasa karena munculnya “gerakan pemulihan Nama Kudus” (sacred name restoration) sesembahan umat Nasrani dari Allah kembali ke YHWH (Yahweh) .

Ketika saya hadir pada Seminar Mesianik di Yogyakarta bulan September 2006 lalu, saya baru menyadari bahwa di Indonesia ( sebagian besar Jawa ? ) telah terbentuk embrio sebuah komunitas mesianik pemuja Nama Yahweh.

Mungkin karena saya kuper hingga saya tidak mengetahui sejak kapan gerakan pemulihan nama YHWH itu mulai menyeruak di Nusantara. Sebenarnya kekuatannya yang menghebohkan adalah daya dobrak gerakan yang menggusur nama Allah yang selama ini ( sejak kita bayi ) digunakan dalam penyembahan dan kotbah.

Ketika terjadi gerakan menolak nama arabik berhuruf depan Alip itu sebagai sesembahan orang Nasrani, maka saya tidak kaget atau merasa terusik, karena saya sudah beberapa lama punya “kecurigaan” terhadap nama Allah. Ketika saya bertemu seorang sahabat, gembala perintisan dari GBT (Bpk. Paulus Sucipto), kami sering berdikusi panjang, dan akhirnya kami memutuskan untuk mempelajari bahasa Ibrani secara intensif agar bisa mengaplikasikan eksklamasi nama Yang Mahakudus Israel.

Karena terbeban memulihkan Nama Kudus YHVH maka saya tinggalkan gereja saya GPdI yang berjemaat besar (bagi saya nggak masalah toh saya cumanaanggota jemaat biasa dan penulis buletina mingguan), dan mbelani sebuah persekutuan doa yang hanya beranggotakan belasan orang.

Kami membentuk persekutuan doa yang bernama “Beth Elohim “ yang akhirnya kami rubah menjadi “Beth Yeshua “ biar lebih keren ( saya baru tahu dari internet bahwa di “luar sana” bertebaran Kehila mesianik yang bernama “Beth Yeshua”)

Ketika jumlah Jemaat persekutuan kami menjadi 30-an dan kami diberi Tuhan sebuah gereja legal, kami membulatkan hati dan memberanikan diri untuk mengarahkan jemaat ke pengajaran mesianik dengan menyingkirkan nama Allah dam merestorasi nama Mesias Yeshua. Cuma 3 orang yang keluar dari gereja sembari mengecap kami sebagai sekte konco-nya Saksi Yehova.

Dalam kebaktian, lagu-lagu rohani “pentakostal” yang selama ini kita kenal dengan penyebutan nama Allah perlahan kami tinggalkan. Semula lagu-lagu itu kita rubah liriknya, jika menemui kata Allah kita ganti Tuhan, tetapi akhirnya kami berpikir “lantas dimana ciri Ibraninya?”.

Maka kami mulai berburu album rohani seperti album Elohim, Adonai, Yeshua, Shema Yisrael, Shalom Yerusalem dan lain-lain yang kami terjemahkan dan ajarkan kepada jemaat, Respons mereka sangat baik. Setelah lagu terjemahannya kita nyanyikan berkali-kali, satu-satu persatu teks aslinya dalam bahasa Ibrani kami ajarkan. Selain itu kami ciptakan sendiri beberapa lagu bernuansakan mesianik. (O ya, kapan nih, kita punya penyanyi rohani yang mesianik, yang setara Nikita atau Herlin Pirena ? )

Program kami tahun mendatang (be’ezrat HaShem) kami akan membuka pendalaman alkitab (eksegesis) dan studi bahasa Ibrani.

Mengenai “sacred name restoration” (di Indonesia fokusa pada Nama Yahweh) pada intinya kami MENDUKUNG, meskipun kami tidak mengucapkan YHWH sebagai Yahweh.

Menurut saya pribadi, pronansiasi YHWH ( lebih tepatnya YHVH karena dalam Ibrani modern tidak ada W tetapi V) bisa dibaca Yehova(h) atau Yahveh(h) / Yahwe(h) karena Mesianik (Yudaikon) Ortodoks menyebut Tetragramaton sebagai ADONAI dan HASHEM.

Dengan menaruh tanda vokala pada Adonai yaitu E (tanda dibawah Alef adalah dominant sheva), O dan A maka YHVH terbaca : Yehova(h) , dan dengan menaruh tanda vocal pada HaShem yaitu A dan E maka YHVH terbaca : Yahve(h) / Yahwe(h).

Kami “OKE-OKE SAJA” (dan WELCOME) membaca YHVH sebagai Yehova(h) atau Yahve(h)/Yahwe(h), tetapi karena kami terlebih dahulu tertarik menggeluti ajaran rabinik dari mesianik ortodoks, maka kami telah terbiasa menyebut Bapa Surgawi sebagai ADONAI. Untuk kembali ke akar Ibrani kami mengganti nama Mesias : Kyrios Yesus Kristus dengan : Adonai YESHUA HaMashiah atau seperti tradisi mesianik ortodoks : Rabbi Melekh HaMoshiah Adonenu YEHOSHUA.

Alkitab yang kami gunakan masih Alkitab versi LAI dengan pendamping OJB, HRV (Hebraic Roots Version) dan Ketuvim Netzarim. Liturgia Ibranii sementara hanya kami pakai ketika melakukan Perjamuan Kudus, seperti : HaMotzi Lekhem dan Bore Pri HaGafen dan benediksi Aharon (Yevarek’kha Adonai veyishmrekha ….dst) serta lagu pembukaan Barukh Haba BesShem Adonai dan lagu penutup Shalom Haverim.

Mengakhiri tulisan ini, saya ingin mengucapkan toda raba buat Bpk. Benyamin Obadyah dan Mbak Priskila Yunita yang telah mengirimi kami CD Kitab-kitab Suci , lagu-lagu Ibrani, liturgia dan RH Yeshua. Dalam RHY aku mendukung nama Yahweh kan Mbak ?! Yeshua bless you all !

Lalu, Bpk. Yahya Iskandar, bagaimana pak apa proyek pembuatan Alkitab versi barunya sudah kelar ? Mohon (jika berkenan) nama-nama tokoh Alkitab dikembalikan ke nama Ibraninya, seperti Daud kembali ke David, Yunus ke Yona, Obaja ke Ovadyah, Yusuf ke Yosef, Paulus ke Rav Shaul dan tentu saja Yesus menjadi Yeshua.

Terakhir kepada Bpk. Teguh Hindarto, SALUT saya bagi panjenengan karena berani tampil beda dengan menyebut nama Mesias : Yahshua. Saya tahu ada beberapa teman di kota kami yang menyebutNya dengan Yahushua dan Yehoshua bahkan Yahweshua. Maju terus pantang mundur ataupun tolah-toleh !

Barukh Shem Hameforash YHVH
Shel Kedusha HaMeshulash
AVI Elohim – Adonai El Shaddai
BEN Elohim – Dvar Adonai
veRUAKH HaKodesh
beShem ADONAI YESHUA HAMASHIAH
hamevorakh le’olam va’ed !



KRIST INDRASTA
BETH YESHUA
JOMBANG
JAWA TIMUR – INDONESIA>
 
Komentar terhadap Artikel ini dapat Anda kirim ke komentar@messianic-indonesia.com
Jangan lupa untuk mencantumkan Judul Artikel ini dalam komentar Anda

Anda juga dapat berpartisipasi dalam situs ini
dengan mengirimkan Artikel anda ke redaksi@messianic-indonesia.com
--- tguh ---
Shalom Alaika !!!
Selamat datang,

selamat bergabung di komunitas Messianic Indonesia.
Semoga website ini dapat menjadi berkat bagi saudara.

 

©2007 Messianic-Indonesia Media Team - All Rights Reserved  
Terimakasih Bapa atas kesempatan yang telah Engkau berikan untuk membangun Situs ini.
Pakailah Situs ini untuk memasyurkan dan memuliakan nama-Mu. Amin

Saran dan Kritik:
redaksi@messianic-indonesia.com