Demikian pula Mesianik Yahudi yang terikat dalam Keyahudian mereka, termasuk mereka yang membanggakan asal-usul keortodokan keluarga mereka, memiliki kecenderungan memandang liturgi sebagai sesuatu yang lebih dari penyembahan. Tambahan lagi, bahwa kalangan Mesianik Yudaisme telah dipengaruhi oleh “gereja-gereja bawah” dari tradisi Protestan yang mewarisi keengganan terhadap liturgi. Sementara itu tidak kurang dari kalangan Mesianik Yahudi yang bergabung dalam Liturgi Lutheran, Episkopal, Katholik Roma atau gereja-gereja Ortodoks Timur, sehingga hal-hal ini cenderung menimbulkan penolakan terhadap penggunaan liturgi Yahudi dalam pelayanan penyembahan Mesianik atau dalam kehidupan doa pribadi. Semenjak kita menjadi pewaris dari warisan tradisi liturgi yang sangat kaya, yang separuhnya dapat ditelusuri ke permulaan dari Bangsa Israel dan kebanyakan berakar secara kuat dalam Kitab-kitab Ibrani, maka melayakkan kita untuk menguji penolakkan terhadap masukknya liturgi Yahudi dalam pengalaman kerohanian kita.
Kenyataan yang sebenarnya, Konferensi Mesianik Yahudi yang menyajikan lokakarya mengenai “Liturgi” dan menjadwalkan secara berbeda dengan lokakarya mengenai “Penyembahan” dapat menimbulkan kesan kemenduaan yang serius [curious ambivalence]. Disatu sisi, jika pengelola acara mempertentangkan penggunaan tradisi liturgi, maka mereka tidak akan memperdengarkannya pada konferensi tersebut. Mereka tentunya berusaha untuk memberikan informasi kepada orang-orang mengenai liturgi dan kami mengambilnya. Namun disisi lain, meletakkannya secara terpisah dari kelas “Penyembahan”, membuat seseorang keheranan terhadap petugas sikap para penjadwal, mengenai tradisi yang sama tersebut. Seakan-akan mereka mengharapkan orang-orang untuk memilih antara “Liturgi” atau “Penyembahan” – dengan kemungkinan bahwa salah seorang akan tertarik dalam keduanya yang nampaknya tidak diperhitungkan. Pada level yang sama, ada perasaan yang bertentangan diantara penyembahan dan liturgi – pertentangan yang dirasakan oleh mereka yang menyukai penggunaan liturgi. Pertanyaannya, mengapa hal demikian terjadi?
…………………………………..
Artikel Selengkapnya ...