Oleh:
C.J. Koster
Fakta bahwa asal-usul kekafiran dari perayaan Christmass pada Tgl 25 Desember, sebagai hari ulang tahun Dewa Matahari, telah diakui oleh banyak sarjana. Mesias tidaklah lahir pada pertengahan musim dingin Tgl 25 Desember, sebagaimana para gembala berada di padang sementara memperhatikan kawanan dombanya dimalam hari [Luk 2:8]. Tidak ada satu orangpun di Yisrael yang akan mengijinkan domba-dombanya berada diluar pada musim dingin. Data kelahiran Mesias kita telah dihitung secara keliru.
Kita tidaklah diperintahkan untuk merayakan hari kelahiran-Nya, sebaliknya mengingat dan merayakan hari kematian-Nya. Berdasarkan Kitab Suci inilah yang sesungguhnya dilakukan orang beriman pada permulaan [1 Kor 11:26]. The Catholic Encylopedia menerangkan, “Christmass tidak pernah ada diantara perayaan mula-mula dari Gereja. Baik Irreneus maupun Tertullian membuang perayaan itu dari daftar perayaan”. Apa yang menjadi asal-usul Christmass Tgl 25 Desember? Sir James Frazer mengatakan, “Kebanyakan perayaan kekafiran yang diangkat menjadi perayaan 25 Desember sebagai hari raya…merupakan penyembahan kekafiran dewa matahari, Mithraisme…perayaan musim dingin yang disebut…Kelahiran Sang Matahari”
Mithraisme adalah ibadah yang berkembang cepat terutama sejak tahun 321 Ms ………..
Artikel Selengkapnya ...