Jumat, 10 September 2010  |  
Beginilah kaukatakan kepada orang-orang Israel; YAHWEH, Elohim nenek moyangmu, Elohim Abraham, Elohim Iskak dan Elohim Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutanku turun temurun (Kel 3:15)
   MIDRASH DETIL
28-04-2008
INILAH TUBUH-KU & DAN DARAH-KU
 
 
Ketika kita membaca Kitab Suci, baik TaNaKh [Torah, Neviim, Kethuvim] maupun Brit Khadasha [Perjanjian Baru], ada beberapa perkara yang harus kita perhatikan : Pertama, Kitab Suci ditulis untuk pertama kalinya dengan menggunakan bahasa Ibrani, karena para nabi di Yisrael bahkan Yahshua serta para rasul adalah Bangsa Yisrael. Ketika Firman Tuhan diperluas, mulailah diterjemahkan dalam bahasa Yunani yang pada saat itu merupakan bahasa “lingua franca” [pergaulan] karena kebudayaan Yunani sedang berkuasa dan menjajah wilayah Yisrael. Konsekwensi pemahaman ini adalah bahwa kita harus menguasai, menganalisis bahasa dan tata bahasa Ibrani, karena di dalamnya terkandung berbagai idiom Ibrani yang harus dimengerti makna dan penerapannya dalam kehidupan beriman. Kedua, karena Kitab Suci ditulis oleh orang Ibrani dengan bahasa Ibrani, maka berbagai kebudayaan Ibrani yang melatarbelakangi suatu peristiwa yang dilaporkan dalam Kitab Suci, harus dikuasai dengan baik, sehingga tidak ditafsirkan terlepas dari konteksnya.

Berkaitan dengan dua perkara penting diatas, yaitu PENTINGNYA PENGUASAAN BAHASA , TATA BAHASA , DAN IDIOM IBRANI SERTA PENGUASAAN KEBUDAYAAN IBRANI, maka peristiwa Yahshua menggangkat roti dan anggur yang dilaporkan dalam MatitYahu 26:26-29, harus dilihat dari pemahaman di atas. Apa yang sedang terjadi pada malam Yahshua memecah roti dan menuang anggur, adalah pelaksanaan SEDER PESAKH.

DR. David Stern menjelaskan, “Seder adalah, Tata Cara, namun istilah ini menunjuk pada tata cara makan dan perayaan yang dilaksanakan saat Pesakh. Hari ini, bagian-bagian dari peristiwa Paskah, doa-doa, cerita dan berbagai hidangan yang dimakan dipersiapkan dalam bentuk Haggadah [penceritaan] yang mengumpulkan cerita Kitab Suci mengenai keluarnya Bangsa Israel dari Mesir dengan tambahan-tambahan Rabinik. Banyak dari ciri-ciri dalam Seder Modern tetap dilaksanakan dimasa hidup Yeshua” [Jewish New Testament Commentary, JNTP, 1998, p.78]. Untuk dapat memahami makna yang terkandung dalam Seder Pesakh, maka perlu mengkaji unsur-unsur liturgis dan berbagai hidangan yang tersedia selama pelaksanaan Seder Pesakh, yaitu :

Selengkapnya ...
 

Komentar terhadap Artikel ini dapat Anda kirim ke komentar@messianic-indonesia.com
Jangan lupa untuk mencantumkan Judul Artikel ini dalam komentar Anda

Anda juga dapat berpartisipasi dalam situs ini
dengan mengirimkan Artikel anda ke redaksi@messianic-indonesia.com

--- ---
Shalom Alaika !!!
Selamat datang,

selamat bergabung di komunitas Messianic Indonesia.
Semoga website ini dapat menjadi berkat bagi saudara.
©2007 Messianic-Indonesia Media Team - All Rights Reserved  
Terimakasih Bapa atas kesempatan yang telah Engkau berikan untuk membangun Situs ini.
Pakailah Situs ini untuk memasyurkan dan memuliakan nama-Mu. Amin

Saran dan Kritik:
redaksi@messianic-indonesia.com