Menjelang Paskah, Yahshua melakukan sebuah tindakan yang menyentuh hati para murid-murid-Nya [Talmidim]. Dia mengetahui bahwa watu-Nya telah tiba untuk dianiaya dan disalibkan oleh orang-orang berdosa. Dia mengajak para murid-Nya untuk makan bersama dan membasuh kaki mereka. Yahshua adalah Rabbi [Guru] dan Adon [Tuan], mengapa Dia melakukan tindakan yang seharusnya dilakukan oleh murid-murid-Nya atau orang yang simpati padanya, sebagaimana yang dilakukan oleh wanita yang menuangkan buli-buli berisi minyak narwastu untuk membasuh kaki Yahshua [Luk 7:36-38]. Mengapa Yahshua melakukan pembasuhan kaki terhadap para murid-Nya? Apa makna dan relevansi pembasuhan kaki bagi kita?
Selengkapnya ...