Jumat, 10 September 2010  |  
Siapakah diantara kamu menarh hormat kepada YAHWEH, mematuhi suara hambaNya tetapi yang hidup dalam kegelapan dan tanpa cahaya apapun? Baiklah dia mempercayakan dirinya kepada nama YAHWEH dan berlindung kepada Elohimnya (Yes 50:10)
   MIDRASH DETIL
18-10-2008
Rosh Ha Shanah 2008: YOM TRUAH SEBAGAI PENEGASAN MUSNAHNYA MAUT
 
 
Midrash Moedim
1 Tesalonika 4:14-18

Saya terkadang heran melihat sinetron-sinetron religius non Kristen yang kerap mengumbar adegan tentang “kematian”, “kuburan”, “neraka”, “siksaan Tuhan”. Penggambaran di atas cenderung menjadikan seseorang tidak memiliki pengharapan hidup. Seolah-olah hidup di dunia hanya dibebani dengan berbagai upaya diri sendiri untuk mengadapi kematian dan terbebas dari siksaan di alam kubur. Bukan hanya sinetron namun lagu-lagu kerohanian agama tertentu pun kerap menggemakan kematian sebagai sentrum. Ada penggalan lagu dari kelompok band terkenal, yang syairnya berbunyi “aku takut mati…”. Ada juga yang mengungkapkan dengan kalimat “aku takut tidak tahu jalan pulang..”. Sementara yang lain menyanyikan, “pintu surga,pintu surga dimanakah engkau berada..? Saat saya berada di dalam bis yang penuh sesak penumpang, masuklah seorang pengamen menyanyikan lagu religius non Kristen bernuansa jawa. Dalam penggalan salah satu penggalan kalimatnya, “…disandangi kain putih, tumpakkane kereto jowo rupa manungso” (diberi pakaian putih dinaikkan kereta jawa yang berwujud manusia). Artinya manusia harus ingat bahwa nantinya bakal mati dan dibungkus kain kafan dan ditandu oleh orang lain.

Di beberapa tempat lain, untuk menghayati kematian, diadakanlah berbagai ritual seperti ziarah kubur untuk mengingatkan seseorang akan kematian yang juga menghampiri. Di beberapa wilayah di Jawa Timur diadakan ritual tidur setengah mati. Beberapa orang mengucapkan beberapa kalimat doa hingga tidak sadarkan diri lalu di kain kafani sehari semalam. Jika dia berhasil bangun, maka dia akan mengalami pencerahan. Sebaliknya jika dia tidak bangun, maka keluarga harus mengikhlaskan kematiannya.

Bagaimanakah Kekristenan/Kemesianikan memandang kematian? Berdasarkan pemaparan 1 Tesalonika 4:14-18 kita mendapatkan beberapa pengajaran penting sbb:
  1. Konsekwensi kematian dan kebangkitan Yahshua bagi orang yang mempercayai (ay 14). “Sebab jika kita percaya bahwa Yahshua telah mati dan bangkit kembali, maka demikianlah mereka yang juga telah mati didalam kepercayaan kepada Yahshua akan dibangkitkan YHWH bersama-Nya” (Restoration Scriptures, 2005).
  2. Peristiwa besar saat Peniupan Shofar (ay 15-17). “Karena kami berkata kepadamu oleh Firman YHWH, bahwa kita yang masih hidup dan akan tetap tinggal sampai kedatangan Junjungan Agung, tidak akan dibangkitkan sebelum dia yang mati didalam iman. Karena Dia sendiri akan turun dari shamayim dengan tiupan keras, dengan suara kepala malaikat surgawi dengan shofar serta tekiah gedolah YHWH; maka yang mati didalam Moshiakh akan mengalami kebangkitan terlebih dahulu. Selanjutnya dia yang masih hidup dan tetap tinggal saat kedatangan-Nya akan diangkat bersama dengan-Nya kedalam awan-awan, bertemu Junjungan Agung diudara: selanjutnya kita akan selamanya bersama Junjungan Agung”.
  3. Penghiburan bagi orang beriman (ay 18). “Maka hiburkanlah satu dengan yang lain dengan perkataan-perkataan ini”.
Kekristenan menekankan KEBANGKITAN ORANG MATI (MIQUM HA METIM, Ibr/ ANASTASIN NEKRON, Greek) sebagai sentral pemberitaan. Pemberitaan ini menjadi batu sandungan baik bagi orang Yahudi maupun Yunani. Kebangkitan orang mati bagi orang yang beriman kepada Mesias Yahshua bukanlah suatu peristiwa menunggu keputusan pengadilan apakah dirinya bakal masuk surga atau neraka. Kebangkitan orang mati adalah momentum dimana maut telah dikalahkan dan orang-orang yang percaya kepada Yahshua Sang Mesias, akan tinggal bersama-Nya. Pada ayat 17 dikatakan, “selanjutnya kita akan selamanya bersama Junjungan Agung” (KAI OUTOS PANTOTE SUN KURIOI ESOMETHA, Greek / WE KEN NIHYEH IM HA ADON LANETSAKH, Ibr). Di mana itu? Di mana Yahshua berada, di sanalah kita ada. Yahshua ada di Sorga, kita pun berada di Sorga yaitu Kerajaan Tuhan.

Hal kebangkitan orang mati, akan ditandai dengan bunyi SHOFAR yang berbunyi dengan keras sebagaimana dikatakan dalam ayat 16, “…KAI EN SALPIGGI THEOU…(Greek)/…BEKOL SHOFAR ELOHIM MIPIW..” (Ibr).

Lembaga Alkitab Indonesia menerjemahkan kata TRUAH dengan “serunai” dan “nafiri” sementara SHOFAR, biasanya diterjemahkan dengan “sangkakala”. Dalam TaNaKh, baik SHOFAR maupun TRUAH dipergunakan dalam peristiwa tertentu spt:
  • Tanda kehadiran YHWH (Zakh 9:14)
    “YHWH akan menampakkan diri kepada mereka, dan anak panah-Nya akan melayang keluar seperti kilat. Dan Tuan YHWH akan meniup sangkakala (SHOFAR) dan akan berjalan maju dalam angin badai dari selatan”.
  • Tanda peperangan (Neh 4:20)
    “Dan kalau kamu mendengar bunyi sangkakala (SHOFAR) di suatu tempat, berkumpullah ke sana mendapatkan kami. Tuhan kita akan berperang bagi kita!"
  • Ungkapan penyerta dalam pujian kepada YHWH (Mzm 98:6)
    “dengan nafiri (HA TSOTSROT) dan sangkakala (SHOFAR) yang nyaring bersorak-soraklah di hadapan Raja, yakni YHWH!
  • Tanda dimulainya tahun baru
    “Katakanlah kepada orang Yishrael, begini: Dalam bulan yang ketujuh, pada tanggal satu bulan itu, kamu harus mengadakan hari perhentian penuh yang diperingati dengan meniup serunai (SHOFAR), yakni hari pertemuan kudus”.

Sementara itu dalam Kitab Perjanjian Baru, TRUAH dan SHOFAR dihubungkan dengan berbagai peristiwa penting sbb:
  • Tanda Penghakiman (Mat 24:31)
    “Dan Dia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala (SHOFAR) yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain”.
  • Tanda kedatangan Mesias kedua kali (1 Tes 4:16)
    “Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala (SHOFAR) Tuhan berbunyi, maka Junjungan Agung sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Mesias akan lebih dahulu bangkit;
  • Tanda kebangkitan orang mati (1 Kor 15:52)
    “dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri (SHOFAR) yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah”.
  • Tanda pelaksanaan tugas para malaikat diakhir zaman (Why 8:2)
    “Lalu aku melihat ketujuh malaikat, yang berdiri di hadapan Tuhan, dan kepada mereka diberikan tujuh sangkakala (SHOFAR)”.

Marilah kita hayati kembali makna perayaan YOM TRUAH (Peniupan Sangkakala) atau ROSH HA SHANAH (Tahun Baru Ibrani) tahun ini sebagai momentum introspeksi diri. Perhatikanlah kehidupan yang kita jalani selama ini. Adakah memperlihatkan tanda-tanda pemberontakan pada YHWH atau ketaatan pada YHWH? Adakah kehidupan yang kita jalani selama ini penuh dengan kelicikkan, kecurangan, kekerasan, kebohongan, perselingkuhan? Sesuai kebiasaan Yahudi dalam merayakan ROSH HA SHANAH sampai YOM KIPPUR merupakan hari-hari yang sarat dengan introspeksi, pengakuan dosa dan pengampunan atau pendamaian dari YHWH. Maka inilah momentum untuk introspeksi diri dan pengakuan dosa atas kejahatan dan pemberontakan kita selama ini kepada YHWH dan Mesias Yahshua. Upacara baptisan (tevilah mikweh) sebagai ritual penyucian badan dapat dilakukan pada bulan Tishri (Oktober) ini selama Rosh ha Shana hingga Yom Kippur.

Selain momentum introspeksi diri, perayaan YOM TRUAH (Peniupan Sangkakala) atau ROSH HA SHANAH (Tahun Baru Ibrani) kita jadikan momentum penegasan musnahnya maut dan terkumpulnya umat Mesias dalam kekekalan bersam-Nya. Dengan merayakan setiap tahunnya kita MEREKLAMASIKAN kembali keyakinan iman kita bahwa Mesias berkuasa atas maut dan telah mengalahkan maut serta menjamin kehidupan kekal terhadap mereka yang beriman pada-Nya, termasuk saudara/I dan saya. Inilah keistimewaan keyakinan Kristen atau Mesianik bahwa maut telah dikalahkan dan kehidupan kekal telah disediakan bagi kita dalam Yahshua Sang Mesias.

KAVOD LEKA, KAVOD LEKA YAHWEH ELOHEINU, AMEN (KEMULIAAN HANYA BAGIMU YA YAHWEH TUHAN KAMI, KEMULIAAN HANYA BAGIMU SAJA, AMIN)

LESHANAH TOVA UMETHUKA YAHWEH YEVAREK ETKEM BE YAHSHUA MOSHIENU (SELAMAT TAHUN BARU YANG MANIS DAN INDAH. YAHWEH MEMBERKATI KALIAN SEMUA DALAM YAHSHUA HA MASHIAH)

 

Komentar terhadap Artikel ini dapat Anda kirim ke komentar@messianic-indonesia.com
Jangan lupa untuk mencantumkan Judul Artikel ini dalam komentar Anda

Anda juga dapat berpartisipasi dalam situs ini
dengan mengirimkan Artikel anda ke redaksi@messianic-indonesia.com

--- tguh ---
Shalom Alaika !!!
Selamat datang,

selamat bergabung di komunitas Messianic Indonesia.
Semoga website ini dapat menjadi berkat bagi saudara.
©2007 Messianic-Indonesia Media Team - All Rights Reserved  
Terimakasih Bapa atas kesempatan yang telah Engkau berikan untuk membangun Situs ini.
Pakailah Situs ini untuk memasyurkan dan memuliakan nama-Mu. Amin

Saran dan Kritik:
redaksi@messianic-indonesia.com