Kamis, 09 September 2010  |  
Ya YAHWEH, kami menanti-nanti saatnya Engkau menjalankan penghakiman; kesukaan 'nephesh' (kehidupan) kami adalah menyebut nama-Mu dan mengingat ('zeker') Engkau (Yes 26:8)
   MIDRASH DETIL
03-10-2009
YHWH BERKEMAH DI ANTARA MANUSIA
 
 
Midrash Sukkot 15-21 Tishri 5770/ 3 – 9 Oktober 2009
Yohanes 1:1-18 (Nats Yohanes 1:14)

Oleh:
Teguh Hindarto, MTh.


Puncak dari tujuh hari raya yang ditetapkan YHWH adalah Sukkot. Kata “Sukkot” adalah bentuk jamak dari “Sukkah” yang artinya “pondok yang terbuat dari kayu dan dedaunan”. Keluaran 23:33-44 memberikan petunjuk dan makna perayaan “Sukkot” sbb:

“YHWH berfirman kepada Moshe: "Katakanlah kepada orang Yishrael, begini: Pada hari yang kelima belas bulan yang ketujuh itu ada hari raya Pondok Daun bagi YHWH tujuh hari lamanya. Pada hari yang pertama haruslah ada pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat. Tujuh hari lamanya kamu harus mempersembahkan korban api-apian kepada YHWH, dan pada hari yang kedelapan kamu harus mengadakan pertemuan kudus dan mempersembahkan korban api-apian kepada YHWH. Itulah hari raya perkumpulan, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat. Itulah hari-hari raya yang ditetapkan YHWH, yang harus kamu maklumkan sebagai hari pertemuan kudus untuk mempersembahkan korban api-apian kepada YHWH, yaitu korban bakaran dan korban sajian, korban sembelihan dan korban-korban curahan, setiap hari sebanyak yang ditetapkan untuk hari itu, belum termasuk hari-hari Sabat YHWH dan belum termasuk persembahan-persembahanmu atau segala korban nazarmu atau segala korban sukarelamu, yang kamu hendak persembahkan kepada YHWH. Akan tetapi pada hari yang kelima belas bulan yang ketujuh itu pada waktu mengumpulkan hasil tanahmu, kamu harus mengadakan perayaan bagi YHWH tujuh hari lamanya; pada hari yang pertama haruslah ada perhentian penuh dan juga pada hari yang kedelapan harus ada perhentian penuh. Pada hari yang pertama kamu harus mengambil buah-buah dari pohon-pohon yang elok, pelepah-pelepah pohon-pohon korma, ranting-ranting dari pohon-pohon yang rimbun dan dari pohon-pohon gandarusa dan kamu harus bersukaria di hadapan YHWH, Tuhanmu, tujuh hari lamanya. Kamu harus merayakannya sebagai perayaan bagi YHWH tujuh hari lamanya dalam setahun; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagimu turun-temurun. Dalam bulan yang ketujuh kamu harus merayakannya. Di dalam pondok-pondok daun kamu harus tinggal tujuh hari lamanya, setiap orang asli di Yishrael haruslah tinggal di dalam pondok-pondok daun, supaya diketahui oleh keturunanmu, bahwa Aku telah menyuruh orang Yishrael tinggal di dalam pondok-pondok selama Aku menuntun mereka sesudah keluar dari tanah Mitsrayim, Akulah YHWH, Tuhanmu." Demikianlah Moshe menyampaikan kepada orang Yishrael firman tentang hari-hari raya yang ditetapkan YHWH”.

Kata “Pondok Daun” dalam kutipan ayat di atas muncul tiga kali dan dalam bahasa Ibraninya “Sukkot” dan dalam bahasa Inggris diterjemahkan “Tabernacle”. Barney Kasdan dalam bukunya berjudul “God’s Appointed Times: A Practical Guide for Understanding and Celebrating the Biblical Holidays” (1993: 91-104), memberikan beberapa penjelasan mengenai Sukkot sehingga membantu bagi kita untuk menghayati makna yang terkandung di dalamnya. Nama lain yang diberikan untuk Perayaan Sukkot adalah “Zman Shimkhatenu” (Waktu Sukacita), mengapa? Secara historis, Sukkot bagi orang Yahudi menunjuk dua hal yaitu pesta panen buah-buahan sebagaimana digambarkan dalam Imamat 23 dan yang kedua sebagai tanda peringatan bahwa YHWH berkemah bersama leluhur Yishrael di padang gurun selama empat puluh tahun. YHWH hadir di Kemah Suci (Mishkan) dan suku-suku Yishrael tinggal dalam kemah-kemah.

Rumah tangga-rumah tangga Yahudi tradisional biasanya merayakan Sukkot dengan membangun pondok kayu di depan rumah mereka. Kegiatan ini menjadi suatu kegiatan yang menarik bagi masing-masing keluarga khususnya anak-anak. Mereka bisa berpartisipasi dengan menghias pondok-pondok kayu tersebut dengan gambar, ayat-ayat Firman, dll. Pondok kayu yang dibuatpun semi permanen dengan atap yang terbuat dari daun-daun atau ranting-ranting kering. Pada permulaan Sukkot yang jatuh pada Tgl 15 Tishri (dimulai Tgl 14 Tishri pukul 18.00) maka masing-masing keluarga akan membuka dengan makan bersama di rumah. Ada penyalaan lilin hari raya. Ada makan roti dan anggur. Ada pengucapan Kiddush yaitu birkat untuk anggur dan roti dan diiringi nyanyian hari raya.

Pada hari ketujuh dalam tradisi kuno Yishrael dinamakan “Shimkha Bet ha Shoevah” (Sukacita Rumah Pencurahan Air) atau “Hoshana Rabbah”. Talmud memberikan kesaksian mengenai perayaan Sukkot di zaman Bait Suci yang kedua, yaitu Abad I Ms dimana imam sejak hari pertama akan mengambil air dari kolam Shiloam ke dalam kendi khusus dan membawanya ke dalam Bait Suci. Pada hari yang ketujuh Imam akan mencurahkan air yang diambil dari kolam Shiloam dan umat Yishrael akan bersorak-sorai dan menyanyikan Mazmur 113-118. Makna pencurahan air ini merupakan harapan akan adanya hujan di tahun yang akan datang dan sekaligus harapan prophetik akan adanya penebusan oleh Mesias di masa yang akan datang dan Tuhan berkemah diantara bangsa Yishrael. Dalam perayaan tersebut akan dibacakan YeshaYah 12:3 sbb, “Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan”. Kata “keselamatan” dalam ayat tersebut dalam bahasa Ibraninya “ha yeshuah”. Maka pencurahan air tersebut bermakna pencurahan keselamatan.

Menariknya, Mesias pun merayakan ini dan menghubungkan peristiwa pencurahan air di Bait Suci kepada diri-Nya, saat Dia berkata dalam Yohanes 7:37-39 sbb: “Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yahshua berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup." Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan”. Ritual “Shimkha Bet ha Shoevah” (Sukacita Rumah Pencurahan Air) menunjuk pada Mesias dan Yahshua berkata kepada yang hadir bahwa diri-Nya adalah Mesias dengan menghubungkan ritual tersebut kepada diri-Nya.

Pada hari yang ke delapan akan dilaksanakan pertemuan kudus sebagaimana diperintahkan dalam Imamat 23:36, “Tujuh hari lamanya kamu harus mempersembahkan korban api-apian kepada YHWH, dan pada hari yang kedelapan kamu harus mengadakan pertemuan kudus dan mempersembahkan korban api-apian kepada YHWH. Itulah hari raya perkumpulan, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat. Pertemuan pada hari kedelapan ini dinamakan “Shemini Atseret”. Kata “shemona” artinya “delapan”. Pada hari kedelapan lazim diadakan upacara “Brit Millah” atau “sunat”. Menariknya, Mesias pun melaksanakan ritual tersebut saat dia berusia delapan hari sebagaimana dikatakan dalam Lukas 2:21 sbb, “Dan ketika genap delapan hari dan Dia harus disunatkan, Dia diberi nama Yahshua, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Dia dikandung ibu-Nya”. Demikianlah Rasul Paul memberikan makna teologis peristiwa ini dalam Roma 15:8 sbb, “Yang aku maksudkan ialah, bahwa oleh karena kebenaran Tuhan, Mesias telah menjadi pelayan orang-orang bersunat untuk mengokohkan janji yang telah diberikan-Nya kepada nenek moyang kita,… ”.

Pada hari kedelapan ini, dirayakan dengan baik di rumah maupun sinagog dengan meriah. Ditandai dengan pengucapan birkat atas unsur-unsur panen yang meliputi Lulav (ranting palem), Etrog (citrun), Hadas (semak berbunga putih), Arava (semacam pohon-pohonan). Unsur-unsur tadi akan digerakkan ke masing-masing penjuru mata angin sebagai simbol kemahahadiran Tuhan di seluruh dunia dan lambang sukacita panen. “Keempat Jenis” unsur-unsur tanaman tadi diperluas maknanya oleh para rabbi sbb: “Etrog yang memiliki rasa manis dan beraroma harum melambangkan orang yang memiliki pengetahuan akan Torah dan memiliki perbuatan baik. Lulav yang merupakan bagian dari pohon palem, memili rasa manis namun tidak beraroma wangi. Ini melambangkan orang yang memiliki pengetahuan Torah namun tidak memiliki perbuatan baik. Sementara Hadas tidak memiliki rasa manis namun beraroma wangi. Ini tipe orang yang yang memiliki perbuatan baik namun tanpa pengetahuan Torah. Akhirnya, Arava, tidak bercita rasa manis dan tidak beraroma wangi. Tipe orang yang tidak memiliki pengetahuan maupun perbuatan (Shemini Atseret kali ini jatuh pada Tgl 10 Oktober 2009).

Pada hari yang kesembilan, sebagai tambahan ada Simkhat Torah yaitu perayaan sukacita diberikannya Torah di Sinai. Pada hari ini dirayakan dengan menari di Sinagoga saat gulungan Torah dikeluarkan untuk dibacakan (Simkhat Torah kali ini jatuh pada Tgl 11 Oktober 2009).

Kembali kepada Yokhanan 1:1-18. Pada ayat 14 dikatakan, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran”. Sepintas ayat ini hanya memberikan informasi kepada kita mengenai hakikat Mesias sebagai Sang Firman YHWH yang menjadi manusia. Dan ayat ini menjadi kredo dasar atau pengakuan akan Keilahian Mesias sebagai Sang Firman YHWH. Namun mari kita perhatikan satu kata dalam ayat 14 yaitu kata yang diterjemahkan dengan “DIAM”. Kata Yunani “ESKENOSEN” dari kata kerja “SKENO” yang artinya “MEMBENTNGKAN KEMAH”. Kata ini diterjemahkan dalam Hebrew New Testament, yaitu terjemahan dalam bahasa Ibrani modern untuk komunitas Yahudi, dengan kata “YISHKON” dari kata “SHAKAN” yang artinya “KEMAH”. Kata “Pondok Daun” dalam Imamat 23:42 dalam bahasa Ibrani disebut dengan “SUKKOT” dan oleh Septuaginta, terjemahan TaNaKh dalam bahasa Yunani pada Abad III Sm, diterjemahkan dengan “SKENAIS” dari kata “SKENO”.

Berdasarkan kajian kata dan bahasa di atas, maka Yohanes 1:14 dapat dibaca, “Firman itu telah menjadi manusia, dan BERKEMAH di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran”. Apa arti penting kata “BERKEMAH” pada ayat 14? Pertama, Yokhanan hendak memberikan pesan tersembunyi bahwa Yahshua Sang Mesias lahir pada saat orang Yahudi merayakan “SUKKOT” atau “EORTE SKENON”. Data ini diperkuat bahwa pada hari kedelapan, Yahshua di sunat di Bait Suci. Tradisi penyunatan tidak harus jatuh pada saat Shemini Atseret (hari kedelapan Sukkot) namun Lukas 2:21 pasti terkait Shemini Atseret, jika memang benar terbukti bahwa Mesias lahir pada saat orang Yahudi merayakan Sukkot. Hal ini senada dengan kesaksian dalam Lukas 2:11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu (Mesias, Junjungan Agung), di kota (Dawid) . Kapan persisnya yang dimaksud hari ini? Apakah pernyataan ini hanya merupakan pernyataan konotatif atau justru bersifat historis? Peristiwa yang benar-benar pernah terjadi? Perkataan hari ini bukan ungkapan konotatif melainkaan bersifat historis. Kata “hari ini” menunjuk pada konteks ruang dan waktu bahwa Mesias sebagai tanda KESELAMATAN bagi dunia telah lahir, yaitu pada bulan Tishri saat orang-orang Yahudi merayakan Sukkot. Kedua, bahwa Sang Firman menjadi manusia dan berkemah di antara manusia memberikan makna teologis yang mendalam bahwa YHWH telah melawat manusia, berdiam diantara manusia, menyatakan kemuliaan-Nya ditengah-tengah manusia. Dan Mesias akan menyatakan diri-Nya kembali dan berkemah di bumi untuk mengadili bangsa-bangsa sebagaimana dikatakan dalam Wahyu 21:1-3 sbb, “Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi. Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Tuhan, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Tuhan ada di tengah-tengah manusia dan Dia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Tuhan mereka”.

Marilah kita rayakan Sukkkot kali ini dengan sukacita dan pengharapan baru bahwa Mesias yang telah berkemah dan menyatakan kemuliaan Bapa, akan kembali dan membentangkan kemah-Nya di bumi untuk memberikan keadilan dan penghakiman. Kehadiran-Nya akan membebaskan segala duka dan penderitaan sebagaimana dikatakan dalam Wahyu 21:4 sbb, “Dan Diaakan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."

Khag Shameakh Sukkot (Selamat Hari Raya Pondok Daun)! YHWH Eloheikem yevarek etkem ba Mashiah Yahshua, le’olam wa’ed, Amen (YHWH Tuhanmu memberkatimu dalam Mesias Yahshua, selama-lamanya, Amin) 15 Tishri 5770 – 7 Oktober 2009

 

Komentar terhadap Artikel ini dapat Anda kirim ke komentar@messianic-indonesia.com
Jangan lupa untuk mencantumkan Judul Artikel ini dalam komentar Anda

Anda juga dapat berpartisipasi dalam situs ini
dengan mengirimkan Artikel anda ke redaksi@messianic-indonesia.com

--- ---
Shalom Alaika !!!
Selamat datang,

selamat bergabung di komunitas Messianic Indonesia.
Semoga website ini dapat menjadi berkat bagi saudara.
©2007 Messianic-Indonesia Media Team - All Rights Reserved  
Terimakasih Bapa atas kesempatan yang telah Engkau berikan untuk membangun Situs ini.
Pakailah Situs ini untuk memasyurkan dan memuliakan nama-Mu. Amin

Saran dan Kritik:
redaksi@messianic-indonesia.com