Q:
Mengenai penemuan Injil Yudas yang bernuansa Gnostik dan terjemahan serta ulasan mengenai injil tersebut oleh Rodolphe Kasser dkk, ada beberapa pertanyaan yang hendak disampaikan:
1. Apa makna penemuan “Gospel of Judas” dalam sudut pandang teologis?
2. Apakah penemuan “Gospel of Judas” membawa pengaruh signifikan terhadap otentisitas Kitab Perjanjian Baru dan hakikat Yahshua yang dipercaya sebagai Mesias yang disalib, mati dan bangkit serta Putra Elohim, padahal Gospel Judas memberikan penceritaan yang berbeda dengan Injil Kanonik yang sekarang di percayai oleh mayoritas Kekristenan di dunia?
A:
Tidak ada nilai teologis yang penting dibalik ditemukannya “Gospel of Judas”, yang sekarang telah dipublikasikan dan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Gramedia Pustaka Tama. Ditemukannya “Gospel of Judas”, hanya memberikan suatu bukti historis bahwa di Abad 2 Ms, telah berkembang berbagai ajaran esoteris dan gnostik yang mengancam keberadaan iman pengikut Mesias, yang didasarkan pada tulisan-tulisan heretik atau bidat. Berbagai pokok pikiran dan tulisan-tulisan mereka, telah di serang oleh Irreneus dari Lyons dalam tulisannya 'Adversus Haereses' (180) yang kemudian dikutip oleh Origenes dalam tulisannya 'De Stromateis' (230) demikian pula pada tahun 375, Epiphanes, uskup Salamis, juga menolak Injil Yudas.
Bagi orang-orang Kristen/Mesianik yang tidak secara seksama meneliti perkembangan sejarah Kekristenan dan berbagai gerakan heretisme, akan mudah disesatkan berbagai publikasi yang akhir-akhir ini begitu gencar menyerang Kekristenan. Injil Yudas atau Gospel of Judas, merupakan salah satu dari sekian banyak literatur Gnostik Kristen, yang tidak mencerminkan ajaran Yahshua sebagaimana di laporkan dalam Injil Kanonik. Secara ringkas, isi Injil Yudas berisikan percakapan Yahshua secara rahasia dengan Yudas mengenai ajaran-ajaran mistik seperti “terbebasnya roh dari penjara tubuh”, “aeon-aeon”,dll. Gagasan dalam Injil Yudas, sangat jelas tidak merefleksikan ajaran Yahshua yang otentik, karena ajaran Yahshua yang otentik, didasarkan pada apa yang tertulis dalam TaNaKh atau lazim disebut Perjanjian Lama.
Paling jauh, para akademisi Kristen/Mesianik, dapat menjadikan Gospel of Judas dan sejenisnya sebagai bahan eksplorasi untuk memetakan berbagai gagasan non kanonik tentang Yahshua yang berkembang sejak Abad 2 Ms. Pemetaan ini menolong untuk memahami latar belakang dan perkembagan Kekristenan/Mesianik yang mula-mula dalam perjumpaanya dengan dengan agama-agama yang ada dan berbagai bidat yang tumbuh subur saat itu.
|